Anonim Sebarkan ‘Aib’ Kim Garam LE SSERAFIM, Ingin Bercinta dengan V BTS Saat Masih SMP

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Meski sudah diklarifikasi dengan pernyataan panjang dari pihak agensi. Tampaknya netizen masih mempertanyakan keaslian dari unggahan anonim yang diduga teman sekolah Kim Garam LE SSERAFIM terkait artis pria yang disukainya dan artis wanita yang dibencinya.

Melansir dari Insight, postingan itu kembali ramai dibicarakan sehubung dengan mencuatnya kontroversi kasus bullying Kim Garam. Netizen pun kembali mengorek pernyataan anonim dari komunitas online terkait ‘aib’ Kim Garam.

Setelah HYBE mengatakan, Kim Garam tidak pernah berbicara buruk ketika menggambarkan artis lain dan tak pernah menyatakan dirinya penggemar artis tertentu. HYBE mengumumkan bahwa rumor Garam menggunakan ekspresi kasar dan vulgar tentang artis lain adalah salah.

Namun dalam postingan yang sudah diunggah sejak sebelum Garam debut itu mengatakan, Garam membenci Miyawaki Sakura dan Jang Wonyoung IVE. Seperti yang sudah diketahui, kini Sakura justru merupakan member satu grup dengan Garam di LE SSERAFIM.

Selain itu, anonim memberikan bukti bahwa Garam merupakan seorang ARMY alias penggemar BTS. Anonim itu mengatakan, Garam sangat menyukai V di grup BTS.

Mengejutkannya, anonim berkata bahwa Kim Garam ingin bercinta dengan V BTS setiap hari di sekolah. Kesaksian lain pun bermunculan dari netizen lain yang telah mendengar pernyataan Garam tersebut.

Namun, foto masa lalu seseorang yang diduga sebagai Kim Garam pun beredar di komunitas online. Dalam fotonya terlihat seorang gadis memegang ponsel yang ada stiker bertuliskan ‘BTS.

Postingan itu masih menjadi pertanyaan netizen perihal keaslian pengakuan dari anonim tersebut. Sampai sekarang, artikel itu tengah diperiksa ulang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini