Aldi Taher Ngamuk Komentari Video Mesra Adhisty Zara dan Nico Al Hakim

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aldi Taher turut mengomentari video ciuman antara Adhisty Zara dengan Nico Al Hakim (Okin). Aldi menyebut perbuatan keduanya memalukan.

Dalam video yang diunggah di TikTok, Aldi yang sedang berada di warung mie ayam miliknya, meluapkan emosinya mengomentari video yang menghebohkan beberapa hari ini.

Aldi menyebut, apa yang dilakukan Adhisty dan Okin memalukan dan tak pantas apalagi sampai di posting ke media sosial.

@alditaher.official

#fyp

♬ suara asli – alditaher.official – alditaher.official

“Woy bangga lo cipok-cipokan lo posting ha? Bukan suami istri lagi lu. Bangga lu, malu dikit lu. Nggak malu lu sama anak lu, artis bukan lu. Apa sinetron lu, apa lagu lu. Jangan ngerusak profesi artis ya, bikin malu aja lu,” kata Aldi, dengan intonasi keras.

“Malu lu, punya malu kek. Bikin malu aja lu, ngerusak generasi aja lu. Sok banget gaya lu, siapa lu ha? Jangan sok keren, jangan sok ganteng. Jangan sok cantik deh lu,” ujarnya.

Video Aldi ditonton 2,8 juta kali. Tidak seperti biasanya, kali ini mantan suami Dewi Perssik itu mendapat dukungan dari netizen.

“Tapi bener sih yang dia omongin,” tulis reza pahevi.

“Aku padamu kali ini, kali ini doang,” tulis Apizee.

“Kali ini gue dukung lu Lord,” tulis Npro.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini