Alasan Mengapa Pernikahan Masih Relevan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di dunia modern, di mana gagasan tentang lajang dan hubungan tinggal bersama tengah marak dianut, pernikahan ternyata masih merupakan institusi yang memegang soliditas.

Pernikahan bukan hanya fondasi masyarakat, tetapi juga mewakili hubungan yang kuat antara individu dan keluarga. Meskipun kaum modernis menganggap pernikahan sebagai konsep yang rapuh, gagasan seperti itu sama sekali tidak benar.

Melansir Times of India, berikut adalah beberapa alasan mengapa pernikahan masih sangat relevan di dunia saat ini.

Ikatan suci

Pernikahan adalah persatuan suci antara dua orang yang berjanji untuk bersama sampai nafas terakhir. Dengan ritual pernikahan yang ada, pernikahan dianggap sangat sakral dan keputusan yang diberkati oleh Tuhan. Itu juga membawa status bagi pasangan di masyarakat.

Kepercayaan dan persahabatan

Persahabatan adalah awal dari cinta bagi banyak orang dan memiliki hubungan yang sangat kuat dalam pernikahan. Mampu terhubung secara bebas dengan orang lain dan memercayai mereka sepenuhnya bukanlah tugas yang mudah, tetapi ketika Anda terikat dengan orang itu seumur hidup, itu menjadi tak terelakkan.

Keluarga

Pernikahan biasanya berkembang ketika anak-anak muncul. Jadi, jika Anda berpikir untuk memiliki anak, ini jelas merupakan pilihan yang baik karena akan memperluas keluarga Anda menjadi unit yang kuat di masyarakat.

Keamanan

Saat Anda menikah dengan seseorang, ada perasaan aman yang Anda rasakan yang hanya bisa dibenarkan oleh ikatan suci. Dengan pernikahan datang tanggung jawab seperti keuangan, rumah, keamanan hidup yang membuat Anda merasa utuh.

Keintiman

Ketika Anda terikat dengan seseorang dalam hubungan yang kuat seperti pernikahan, keintiman datang secara alami. Mempertahankan kehidupan intim yang beruap tidak menjadi sulit tetapi semakin mudah karena Anda ada untuk pasangan Anda 24/7 dan sebaliknya. Satu-satunya hal yang penting adalah seberapa banyak Anda berdua berusaha untuk membuatnya berhasil.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini