Alami Malfungsi Busana Saat Siaran Langsung di TV Show, Camila Cabello Menyesal

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Belum lama ini Camila Cabello membuat alami kejadian yang memalukan saat tengah melakukan siaran langsung dalam acara TV Inggris, ‘The One Show’. Ia tak sengaja menyibak pakaiannya hingga payudaranya terlihat.

Melansir dari News Week, Camila tampil secara langsung melalui live streaming Zoom untuk mempromosikan lagu barunya, ‘Bam Bam’. Penyanyi tersebut menanggapi insiden tersebut saat tampil.

Ia berdiri untuk menampilkan gerakan tarian favoritnya dari lagu tersebut. Tapi tanpa diduga, ia tak sengaja memperlihatkan salah satu payudaranya tanpa sehelai benang pun.

“Aku baru saja menunjukkan kalian, aku harap kalian tak melihat puting,” canda Camila ketika masih siaran langsung dalam segmen The One Show.

Menertawakan insiden itu, mantan kekasih Shawn Mendes ini pun memposting video ke akun TikTok pribadinya.

Dalam keterangan videonya, ia menuliskan bahwa sebelum acaranya dimulai ia sudah ditawari untuk menggunakan ‘nip cover’ atau penutup puting oleh tata busananya, namun ia menolaknya. Ia juga mengunggahh video lip-sync dengan lagu ‘Time Machine’ oleh Muni Long.

Ia menyanyikan bagian lirik, ‘Aku berharap aku punya mesin waktu’. Dalam videonya ia menulis, ‘ketika stylistku bertanya apakah aku ingin nip cover dan aku bilang tidak.’

Tentu nama Camila Cabello menjadi trending topic di media sosial. Si pelantun ‘Havanna’ ini pun juga menyesali kecelakaan tersebut.

Reaksi TikToknya telah ditonton sebanyak 23,6 juta kali, lebih dari tiga juta yang menyukai videonya, dan lebih dari 13,8 ribu komentar. Namun banyak netizen menyebut momen tersebut jadi sebuah ‘ikon’ dan memuji reaksi Camila untuk tetap melanjutkan wawancaranya dengan profesional.

Sementara itu, Camila baru saja merilis lagu baru yang berkolaborasi dengan Ed Sheeran. Lagu tersebut berjudul ‘Bam Bam’ yang video musiknya sudah dirilis pada 4 Maret 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini