Akui Mengantuk, Netizen Punya Bukti Sopir Vanessa Angel Kebut-kebutan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sopir yang membawa Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Tubagus Joddy mendadak jadi perhatian netizen. Pasalnya, warganet merasa ada yang janggal dari pengakuan pria yang disapa Joddy itu pada pihak kepolisian.

Menurut pengakuannya, Joddy mengtakan dirinya kurang konsentrasi dan mengantuk. Sehingga tak fokus membawa kendaraan dan mengakibatkan kecelakaan fatal.

Namun, netizen seolah curiga dengan pengakuan Joddy. Pasalnya, Joddy sempat mengunggah IG Story tengah kebut-kebutan saat membawa Vanessa dan rombongan.

“Story yg nyetirin Vanessa Angel dan suami, tapi udah dihapus,” tulis akun Twitter, @thesuya_.

Netizen menduga kecelakaan tersebut diakibatkan sopir yang mengebut dan lalai dalam mengemudi. Menurut analisa dari postingan terakhir Vanessa dengan waktu kecelakaan, kecepatan yang dilaju sang sopir mencapai 117 kilometer per jam.

Namun, belum diketahui apakah benar kecelakaan tersebut akibat kebut-kebutan. Saat ini, Joddy mengaku dirinya lelah dan mengantuk saat mengemudi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini