Aksi Lucinta Luna Main dengan Lumba-Lumba Dikecam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTALucinta Luna mengunggah video saat sedang bermain dengan lumba-lumba. Aksinya itu dikecam artis sekaligus aktivis lingkungan dan perlindungan satwa, Davina Veronica.

Lucinta Luna mengunggah video tersebut di akun YouTube miliknya. Dari video tersebut tampak dia sedang berada di Dolphin Lodge, Bali.

Bersama dua orang pria, Lucinta Luna turun ke kolam tempat lumba-lumba tersebut dan memberinya makan. Setelah itu, tampak dia berenang sambil memegang kedua sirip lumba-lumba.

Apa yang dilakukan Lucinta Luna merupakan animal abuse. Sontak aksinya tersebut mendapat kecaman, terutama dari Davina yang me-repost video tersebut di Instagram.

“This is really really stupid, uneducated, cruel and heartless. Sedih banget melihat ini.
Dolfin ini seperti budak manusia. A slave for human entertainment,” tulis Davina.

“They are intelligent, complex and gentle creatures.. There are social beings. Ini pasti dipisahkan dari keluarganya. Im sure they miss their family and mostly, the ocean.”

Lebih lanjut, Davina menyebut, ada tiga penyebab yang bisa membunuh lumba-lumba, yakni polusi, jaring penangkap ikan, dan dijadikan peliharaan.

“Semoga lain kali lebih bijak dalam mem-posting konten. Sekarang mari kita menghimbau & saling menyebar edukasi tentang larangan dolfin sebagai obyek hiburan seperti ini. Harus di tutup sarana-sarana seperti ini.”

“UNTUK SEKEDAR MAKAN, LUMBA LUMBA INI HARUS DIPEKERJAKAN SEPERTI INI, PADAHAL DI HABITAT LAUT ASLINYA, MEREKA TINGGAL BERBURU IKAN DI LAUT BEBAS, BUKAN DENGAN HARUS MENURUTI HAL HAL TOLOL SEPERTI INI,” tegas Davina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat dan Rupiah: Kuat Lewat Kebijakan Stabilisasi yang Terukur

Oleh: Dhita Karuniawati )*Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional. Namun, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwafondasi ekonomi Indonesia relatif mampu bertahan dari berbagai tekanan eksternal. Salah satu faktor utama yang mendukung ketahanan tersebut adalah kebijakanstabilisasi ekonomi yang dijalankan secara terukur dan terkoordinasi.Stabilitas ekonomi bukan sekadar persoalan angka-angka makro seperti pertumbuhanekonomi, inflasi, atau nilai tukar rupiah. Di balik itu, terdapat kepentingan yang lebihbesar, yakni menjaga daya beli masyarakat, memastikan keberlangsungan usaha mikrodan kecil, serta menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Oleh karena itu, setiapkebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah perlu memiliki orientasi yang jelasterhadap kesejahteraan rakyat.Nilai tukar rupiah sering kali menjadi indikator yang mendapat perhatian luas darimasyarakat. Ketika rupiah mengalami tekanan, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan ekonomi, mulai dari kenaikan harga bahan baku impor hinggameningkatnya biaya produksi. Sebaliknya, rupiah yang stabil memberikan ruang bagipelaku usaha untuk merencanakan kegiatan bisnis dengan lebih baik dan menjaga harga barang tetap terkendali.Dalam konteks inilah sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi sangat penting. Kebijakan fiskal yang adaptif mampu memberikan bantalan terhadap gejolakekonomi global, sementara kebijakan moneter menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Keduanya harus berjalan beriringan agar tujuan pembangunan ekonomi dapat tercapaisecara optimal.Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan bahwa pemerintah telahmenyiapkan tiga strategi utama untuk menghadapi dinamika global. Strategi pertamaadalah mengarahkan belanja negara pada sektor yang lebih produktif guna mendorongpertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.Selain itu, pemerintah terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatanadministrasi perpajakan dan reformasi sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan agar ruang fiskal tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai program prioritas nasional. Di sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pendanaan untukmengurangi risiko dari gejolak pasar keuangan global.Menurut Juda Agung, efektivitas strategi tersebut tercermin dari berbagai indikatorekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada...
- Advertisement -

Baca berita yang ini