Akhiri Hubungan dengan Alyssa Daguise Usai Salat Istikharah, Al Gazhali: Aku Ikhlas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hubungan asmara antara Al Gazhali dan Alyssa Daguise diketahui telah kandas usai terjalin selama 6 tahun lamanya.

Baru-baru ini terkuak alasan hubungan pasangan yang kerap kali membuat iri harus kandas di tengah isu akan segera berlanjut ke jenjang pernikahan.

Dalam kanal YouTube Maia Estianty, Al Gazhali pun mengungkapkan alasan tersebut, ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih setelah menjalani salat istikharah.

Hal itu diungkapkan oleh Maia Estianty selaku ibu kandung dari Al Gazhali.

“Aku kasih tahu bocorannya ya guys, sebenernya Al Gazhali kemarin sudah mempersiapkan sesuatu yang besar untuk mantannya karena hendak bener-bener serius,” ungkap Maia.

“Tapi akhirnya karena ini udah mau melangkah ke jenjang yang lebih serius maka disuruh salat istikharah, setelah salat gak taunya agak sedikit ada jawaban dari Allah akhirnya pisah,” sambungnya.

Tidak diterangkan secara detail, Al Gazhali hanya mengatakan bahwa keputusan mengakhiri hubungannya dengan sang mantan kekasih meski sudah terjalin selama 6 tahun lamanya merupakan kehendak dari Yang Maha Kuasa.

“Ya itu udah jalannya lah karena kan di dunia ini kita udah ditulis semua jadi kita tinggal jalanin aja, aku pasrah aja sih sama Tuhan, aku udah ikhlas,” jelas Al. “Karena memang kalau udah petunjuk Allah tuh repot kita mau ngelawan kan,” pungkas Maia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini