Cuaca Buruk Bikin Batuk Kering? Atasi dengan 4 Bahan Alami Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cuaca buruk ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19, membuat kamu mengalami batuk kering?

Bisa jadi, batuk kering itu adalah gejala awal Covid-19, atau bisa juga bukan. Maka, tetap waspada adalah hal utama yang harusnya kalian lakukan.

Namun, masalah tersebut bisa dituntaskan dengan cara-cara yang sederhana dan tradisional. Cukup di rumah saja, batuk kering bisa diatasi dengan tips berikut ini.

1. Lada Hitam

Jangan remehkan rempah yang satu ini. Khasiatnya dapat menghangatkan sistem pernapasan dan membersihkan bakteri penyebab batuk kering.

2. Madu

Khasiat madu sudah tak diragukan lagi dalam mengobati banyak penyakit, termasuk batuk kering. Senyawa yang terkandung di madu, bukan hanya sebagai antioksidan dan penghangat tubuh, namun juga dapat meringankan masalah batuk baik berdahak maupun kering.

3. Bawang Merah

Bawang merah memiliki sifat anti bakteri dan anti inflamasi, sehingga dianggap sebagai bahan alami yang benar-benar ampuh mengatasi batuk kering.

4. Teh Campur Rempah

Teh rempah adalah pengobatan tradisional lainnya untuk mengobati batuk kering. Campurkan jahe, kayu manis, dan cengkeh untuk menyembuhkan tenggorokanmu dari siksaan batuk kering.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini