Nominasi Aktor Terburuk Jatuh kepada Rober Downey Jr

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Robert Downey Jr dan Anne Hathaway tak disangka-sangka, masuk dalam nominasi aktor dan aktris terburuk Razzie Awards atau Golden Rapsberry Awards tahun 2021 ini.

Mengutip BBC, Minggu 14 Maret 2021, akting Downey dalam film remake Dr Dolittle menjadi sorotan tajam. Ia dianggap gagal memainkan film itu dengan aksen Welsh-nya yang buruk.

Kritikus film Mark Kermode menyebut, pemeran Dr Dolittle semuanya menyedihkan. Kemudian, The Irish Times memasukkan film ini sebagai yang paling tidak pantas, dan semua orang yang terlibat disematkan nilai di bawah rata-rata.

Sementara Anne Hathaway nasibnya lebih parah lagi. Ia masuk dalam nominasi aktris terburuk untuk dua peran.

Pertama, perannya sebagai jurnalis Elena McMahon di film Netflix yang dianggap gagal, The Last Thing He Wanted. Kedua, penampilannya sebagai Grand High Witch dalam The Witches, karya Roald Dhal.

The Witches dikritik oleh aktivis disabilitas karena penggambaran perbedaan anggota badan dan menampilkan karakter jahat yang memiliki kelainan tangan dan kaki yang berbeda.

Sementara untuk film yang mendapat rekomendasi terbanyak dengan enam Razzies adalah 365 Days. Film ini didesak untuk segera dihapus dari layanan streaming populer, Netflix.

Masih ada beberapa kejutan lainnya, dalam daftar nominasi Razzies. Diantaranya, Glenn Close yang bersiap untuk menjadi aktris pendukung terburuk dalam Hillbilly Elegy, sebuah film yang menarik ulasan buruk dari para kritikus. Tapi uniknya, veteran Hollywood ini juga memiliki peluang untuk menerima nominasi sebagai aktris pendukung terbaik pada penghargaan Oscar untuk peran yang sama.

Jika ini terjadi, maka ini merupakan yang ketiga kalinya dalam sejarah, seorang aktor atau artis dinominasikan untuk Oscar dan Razzie untuk peran yang sama, setelah James Coco dan Amy Irving.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

Oleh : Nura SafitriMusim liburan sekolah selalu menjadi salah satu momentum penting bagi perekonomiannasional. Pada periode ini, mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas wisata tumbuh, dan konsumsi rumah tangga mengalami penguatan. Pemerintah memanfaatkan peluang tersebutmelalui berbagai kebijakan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintahdalam menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih merata.Program BINA Holiday and Back to...
- Advertisement -

Baca berita yang ini