8 Jenis Hidangan Mi dari Jepang yang Wajib Diketahui

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seperti nasi, mi adalah makanan penting bagi orang Jepang. Mi sering kali dinikmati dengan cara dibuat sup, di goreng, ataupun dengan celupan saus khas Jepang.

Di Jeoang, Anda mungkin sering mendengar mi ramen atau udon. Ternyata itu bukan satu-satunya hidangan mi dari Jepang lho.

Ini dia beberapa varian mi dari Jepang yang wajib Anda coba:

1. Ramen

Mungkin ramen menjadi yang paling terkenal dari banyak jenis mi Jepang. Mi ramen berbahan dasar tepung gandum. Mi ini tipis dan tak jarang juga keriting atau bergelombang serta berwarna agak kuning.

Sering kali, ramen dinikmati dalam sup yang terbuat dari kaldu ayam, kombu, katsuobushi, niboshi, jamur shiitake, dan bawang. Beberapa sup ramen yang paling sering digemari adalah Tonkasu Sup, Shoyu Ramen, Shio Ramen, dan Miso Ramen

2. Miso Ramen

Ramen miso adalah hidangan beraroma yang dibuat denggan bahan dasar miso, kaldu, dan sayuran. Mi ini ditaburi tauge, daging cincang, bawang putih, jagung manis, dan makanan laut lokal seperti kepiting, kerang, dan cumi-cumi.

Hidangan ini ditemukan pada tahun 1955 di Sapporo. Pada saat itu, seorang pelanggan di Aji no Sanpei Noodle House meminta koki untuk memasukkan mie ke dalam sup misonya.

3. Udon

Udon merupakan mi Jepang yang paling tebal. Mi putih berbahan dasar gandum ini sering dinikmati dingin dan dicelupkan ke dalam saus, atau disajikan dalam sup kaldu. Topping untuk udon juga musiman. Ada sayuran, tempura, udang, irisan daun bawang, tahu goreng, atau kue beras.

Saat disajikan, mi udon diambil dengan sumpit, lalu diseruput dengan keras. Hidangan udon dapat ditemukan di restoran khusus udon dengan tempat yang bergaya prasmanan.

4. Soba

Soba adalah mie soba tradisional Jepang yang disajikan panas atau dingin. Saat disajikan, mi diambil dengan sumpit, lalu diseruput dengan keras, yang merupakan bagian dari budaya umum di Jepang.

Salah satu hidangan soba yang paling umum adalah mori soba, di mana mi dingin dikonsumsi dengan saus tsuyu. Soba secara tradisional dimakan pada Malam Tahun Baru di Jepang.

Momen tersebut disebut toshikoshisoba yang artinya doa yang baik dan panjang umur.

Hidangan soba paling populer termasuk kitsune soba, tanuki soba, tempura soba, dan kake soba.

6. Hakata Ramen

Ramen hakata adalah salah satu ramen paling terkenal di Jepang. Bahan dasar ramennya adalah tonkotsu, kaldu tulang babi yang lembut yang membuat hidangan ini terasa sangat kaya dan berlapis.

Seringkali mi ini hanya dibumbui dengan shio (garam), pasta shoyu (kecap) dan miso (kedelai yang difermentasi). Dengan topping irisan tipis daging dan daun bawang cincang, sawi pedas, telur ramen, jamur kuping kayu, beni shōga (acar jahe), dan masih banyak lagi.

Nama ramen ini diambil dari bekas kota pelabuhan dan kawasan pedagang Hakata. Pada tahun 1889 digabungkan dengan kota kastil Fukuoka menjadi satu kota yang kemudian dikenal sebagai kota Fukuoka.

7. Tsukemen

Tsukemen merupakan sajian mi dari Jepang yang disantap dengan cara yang unik. Mi dingin dicelupkan ke dalam kuah, kaldu, atau saus yang menyertainya, yang disajikan panas dalam mangkuk terpisah.

Mi juga bisa dicelupkan ke dalam cuka atau dibumbui dengan saus sambal sebelum dikonsumsi. Hidangan ini ditemukan pada tahun 1955 oleh Yamagishi Kazuo, seorang koki di Restoran Ramen Taishoken.

Koki tersebut menemukannya saat dia memakan mi dengan sisa kaldu dan kecap. Ia menempatkan ide hidangan tersebut ke dalam menu dan menyebutnya Tokusei Morisoba. Sejak saat itu, hidangan tersebut mendapatkan popularitas.

8. Yakisoba

Yakisoba adalah jenis mi goreng Jepang. Berasal dari Cina, mi ini biasanya dicampur dengan berbagai macam daging dan sayuran.

Variasi yang paling umum digunakan dalam hidangan ini adalah mie ramen (dibuat dengan tepung terigu) atau mie soba (dibuat dengan soba). Jenis ramen masih merupakan jenis yang paling umum di Jepang.

Reporter: Tiara Sopyani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini