7 Potret Lee Seung Gi dan Suzy Ini Bikin Gak Sabaran Buat Nonton ‘Vagabond’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah sempat diundur jadwal penanyangannya, drama Korea ‘Vagabond‘ akhirnya diumumkan secara resmi akan tayang di SBS pada 20 September mendatang. Drama yang dibintangi Lee Seung Gi dan Suzy ini akan mengisi slot drama Jumat-Sabtu menggantikan drama ‘Doctor John’.

Vagabond‘ menceritakan tentang seorang pria yang mengungkap kebenaran gelap dan korupsi tersembunyi di balik kecelakaan pesawat misterius. Ini juga merupakan melodrama aksi yang menampilkan petualangan berbahaya dan terus terang dari “gelandangan” yang telah kehilangan keluarga, kelompok, dan bahkan nama mereka.

Lee Seung Gi akan memainkan peran Cha Dal Gun, seorang stuntman yang mengagumi Jackie Chan dan mimpi mendominasi industri film aksi, dan Suzy akan membintangi drama sebagai Go Hae Ri, seorang agen rahasia yang bekerja menyamar untuk Kedutaan Besar Korea di Maroko. Keduanya tersapu angin puyuh yang tak terduga setelah sebuah kecelakaan pesawat, dan mereka bersatu untuk mengungkap kebenaran tersembunyi.

Bagi yang penasaran, yuk kepoin foto-foto Lee Seung Gi dan Suzy ketika syuting ‘Vagabond‘:

1. Tatapan sinis Lee Seung Gi ke Suzy, kira-kira kenapa ya?

2. Duh! Kok luka-luka gitu sih?

3. Dari ekspresi wajahnya Suzy, kayaknya dia kesel sama Lee Seung Gi…

4. Ada yang bisa tebak kira-kira Suzy kenapa ya?

5. Daripada tegang mulu, nih lihat senyuman mereka!

6. Serasi banget! Kira-kira cinlok gak ya?

7. Jangan lupa ya tanggal 20 September… Catat!

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini