6 Kebiasaan yang Buat Hubungan Asmara Bahagia, Penasaran?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan dalam hubungan jangka panjang yang menjaga cinta tetap menyala telah menguasai konsep pemahaman dalam hubungan asmara yang sesungguhnya.

Mereka tahu bagaimana mengomunikasikan masalah mereka tanpa membuat satu sama lain merasa kecewa, bersalah, atau malu. Dibutuhkan banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain dan saling memahami.

Dan pasangan yang berhasil mempertahankan hubungan jangka panjang yang sukses pasti memiliki beberapa kebiasaan yang membantu mereka tetap berada di sisi satu sama lain, apa pun yang terjadi.

Melansir Times of India, berikut beberapa kebiasaan yang bisa kamu terapkan ke dalam hubungan asmaramu.

Opini dan komunikasi yang jujur

Agar hubungan jangka panjang berhasil, kedua pasangan perlu berkomunikasi secara efektif dan tidak menyembunyikan emosi apa pun di dalam diri mereka atau yang lain, sebab seiring waktu berjalan, emosi yang tersimpan bisa terlalu berat untuk ditanggung dan akhirnya meledak. Pasangan dalam hubungan jangka panjang yang sukses tahu pentingnya mengomunikasikan perasaan mereka satu sama lain.

Konflik dan resolusi

Konflik pasti muncul dalam hubungan apa pun dan konflik jangka panjang memiliki terlalu banyak konflik. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana pasangan menyelesaikan masalah mereka. Memecahkan masalah dengan cara yang matang dan pengertian sangat diperlukan. Kiat pro: selalu dengarkan apa yang dikatakan pasanganmu.

Berubah

Pasangan dalam hubungan jangka panjang merangkul perubahan dengan tangan terbuka. Mereka tahu bahwa sangat penting untuk beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah demi menjaga hubungan tetap hidup.

Masalah finansial

Ini adalah fakta yang menarik karena telah diamati secara luas bahwa pasangan yang memiliki finansial kuat, cenderung memiliki sedikit pertengkaran. Yang perlu kamu pahami bahwa bertengkar tentang masalah finansial bisa menjadi sangat buruk, yang bahkan nantinya bisa mencakup permainan saling menyalahkan dan ketidakjujuran.

Fun and excitement

Pasangan ini pasti tidak pernah lupa dan selalu memiliki cara untuk membuat pasangan mereka bahagia. Entah itu sekadar momen sederhana yang membuat tertawa bersama, baik saat berdua maupun melalui panggilan telepon atau video. Mereka mengerti bahwa membuat satu sama lain merasa baik, dihargai, dan bahagia adalah suatu keharusan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dukung Implementasi PP Tunas

Oleh: Raka Mahendra PutraUpaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital semakin menunjukkanarah yang tegas dan terukur, terutama melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atauyang dikenal sebagai PP Tunas. Kebijakan ini tidak hanya menjadi instrumen hukum semata, tetapi juga mencerminkan komitmen kolektif antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, serta masyarakat luas dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi generasi muda di tengah derasnya arus teknologi informasi.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankanpentingnya keterlibatan aktif orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial dalammendampingi anak saat berinteraksi dengan media sosial. Menurutnya, kehadiran orang tua tidakcukup hanya sebatas pengawasan, melainkan harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan edukasi yang memadai terkait risiko di dunia digital. Pendampinganyang tepat akan membantu anak memahami batasan serta memanfaatkan teknologi secara bijaksesuai dengan tahap perkembangan mereka.Arifah Fauzi juga menyoroti bahwa implementasi PP Tunas tidak akan berjalan optimal tanpadukungan penuh dari lingkungan terdekat anak. Ia menegaskan bahwa peran keluarga danmasyarakat menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku digital anak yang sehat. Dalamhal ini, Kementerian PPPA bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta berbagaipemangku kepentingan lainnya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakantersebut, khususnya terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.Sejak diberlakukan pada 28 Maret 2026, PP Tunas telah mengatur secara jelas bahwa platform digital tidak diperkenankan memberikan akses pembuatan akun kepada anak di bawah usiatersebut. Bahkan, platform juga diwajibkan untuk menonaktifkan akun-akun yang dinilaiberisiko tinggi. Pada tahap awal implementasi, delapan platform digital besar menjadi fokuspengawasan, yakni Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X atau Twitter, Bigo Live, dan Roblox. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap guna memastikan kesiapan semua pihaksekaligus menjaga efektivitas pelaksanaannya.Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajak institusipendidikan untuk turut mengambil peran strategis dalam menyukseskan kebijakan ini. Ia menilaibahwa sekolah merupakan ruang penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan teknologiyang sehat. Oleh karena itu, pendekatan melalui penguatan budaya screen time, screen zone, danscreen break atau yang dikenal dengan konsep 3S menjadi langkah konkret yang dapatditerapkan di lingkungan sekolah.Abdul Mu’ti menegaskan bahwa PP Tunas tidak bertujuan melarang penggunaan gawai secaratotal, melainkan mengatur agar penggunaannya selaras dengan kebutuhan pendidikan danperkembangan anak. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi justru dapat menjadi alat bantupembelajaran yang efektif, bukan sebaliknya menjadi sumber distraksi atau bahkan ancamanbagi perkembangan anak.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat penggunaaninternet...
- Advertisement -

Baca berita yang ini