5 Jenis Olahraga Ini Bantu Redakan Stres Saat Dikarantina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Masa karantina menjadi hal yang membosankan di tengah penyebaran virus corona. Alhasil, kondisi tubuh dan pikiran menjadi tertekan sehingga memungkinkan munculnya kegelisahan, kecemasan, dan stres.

Di sisi lain, sangat wajar seseorang merasa panik ketika ada yang salah, dan khawatir tentang hal-hal yang tidak disukai.

Ada beberapa cara yang bisa membantu Anda mendapatkan suasana hati yang lebih baik, lebih tenang. Satu di antaranya adalah dengan melakukan olahraga.

Dengan berolahraga, tubuh melepas hormon endorfin, yakni zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh dan memiliki peran dalam membantu mengurangi rasa sakit saat memicu perasaan positif.

Setidaknya ada lima jenis olahraga yang bisa membantu Anda meredakan kecemasan yang dirasakan, khususnya di masa pandemic coronaseperti sekarang ini.

Berikut daftar lima olahraga yang bisa dilakukan selama dirumah saat masa karantina mandiri.

  1. Berlari

Olahraga pertama untuk membantu mengatasi kecemasan adalah berlari di sekitar rumah Anda. Berlari mampu meningkatkan detak jantung dan melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh.

Berlari mampu meningkatkan hormon endorfin yang menjadi obat untuk mengatasi kecemasan.

  1. Meditasi

Dalam penelitian menyatakan bahwa mengambil napas dalam-dalam akan menenangkan sistem saraf dan menghilangkan stres. Meditasi juga memperkuat perasaan hubungan sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Meditasi dapat dilakukan oleh semua kelompok umur. Meditasi sangat dianjurkan untuk penderita post-traumatic stress disorder (PTSD).

Bermeditasi membuat Anda fokus pada pernapasan dengan mengontrol asupan oksigen dan aliran karbon dioksida. Bermeditasi juga membuat otak mendapatkan sinyal untuk menenangkan diri dan membuat Anda mampu mengendalikan emosi.

  1. Angkat Beban

Melakukan angkat bebas membantu Anda secara fisik, mental, dan emosional. Angkat beban menjadi alternatif cara meredakan kecemasan.

Olahraga angkat beban menjadi satu di antara terapi terbaik untuk tenang dan santai.

  1. Tai Chi

Tai chi merupakan seni beladiri dan senam kesehatan aliran halus dari China. Tai chi atau taijiquan dipercaya mampu mengembalikan mood dan memulihkan energi positif.

Tai chi mirip dengan yoga, tetapi dalam cara yang lebih ritmis dan memiliki lebih banyak aktivitas daripada yoga.

Dalam sebuah studi yang dilakukan menyatakan bahwa rutin menjalani tai chi selama tiga bulan secara signifikan mampu menurunkan tingkat kecemasan dan membawa perubahan lengkap dalam perilaku seseorang.

  1. Lompat Tali

Lompat tali atau skipping bisa menjadi alternatif olahraga yang dilakukan di rumah. Lompat tali efektif membakar kalori dan menjaga kebugaran tubuh.

Melakukan lompat tali secara rutin akan melepaskan hormon endorfin, hormon yang memberikan perasaan senang.

Lompat tali, yang masuk kelompok olahraga plyometric, mampu menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah.

Lompat tali juga cocok dilakukan untuk menurunkan berat badan. Berolahraga lompat tali dalam rentan 20 menit mampu membakar sebanyak 200 kalori.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini