4 Fakta Menarik Bendungan Engehalde, Tempat Jasad Eril Ditemukan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bendungan Engehalde jadi lokasi ditemukannya jenazah putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, yang pada dua pekan sebelumnya dinyatakan hilang terbawa arus sungai Aare saat berenang.

Lokasi Bendungan Engehalde terletak di Stauwehrsteg, Wehrweg, 3014 Bern, Swiss, dan merupakan salah satu dari empat bendungan terbesar di Sungai Aare. Bendungan ini dapat diakses dengan perahu karet atau melalui jalur darat. Biasanya para wisatawan berjalan di jalan setapak pinggiran sungai Aare di Bendungan Engehalde.

Seperti apa Bendungan Engehalde yang kini jadi sorotan dunia? Berikut 4 fakta menarik Bendungan Engehalde.

1. Berusia Lebih Seabad

Bendungan Engehalde merupakan bendungan tua yang usianya bahkan lebih dari seabad. Mengutip dari situs resmi Rowing Club Bern, Bendungan ini dibangun di awal tahun 1900-an pada saat Perang Dunia dan diresmikan pada 1 November 1909.

Bendungan Engehalde menjadi lokasi pertama kali klub dayung di Bern. Namun sayangnya, peristiwa Perang Dunia I membuat aktivitas klub dayung harus berhenti.

2. Tempat Pembangkit Listrik dan Penyaring Sampah

Keberadaan Bendungan Engehalde merupakan bagian dari pembangkit listrik Felsenau (Krafwerk Felsenau) berlokasi di Felsenaustrasse 47, 3004 Bern, Swiss. Dibangun untuk menahan aliran Sungai Aare dan airnya di saluran ke turbin listrik di Felsenau melalui Semenanjung Enge.

Selain dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, bendungan ini juga turut dimanfaatkan sebagai penyaring sampah. Sampah-sampah yang hanyut di Sungai Aare seperti plastik, kayu besar, dan sampah organik maupun non-organik lainnya akan disaring melewati saringan di sisi bendungan.

 3. Suhu Air yang Dingin

Air di Bendungan Engehalde terlihat sangat jernih. Akan tetapi di bulan peralihan dari musim dingin ke panas, suhu airnya cenderung sangat dingin. Hal ini dipengaruhi juga oleh suhu cuaca sekitar kawasan tersebut.

4. Dekat dengan Bendungan Mattenschwelle

Selain Bendungan Engehalde, ternyata ada bendungan lain di Kota Bern, Swiss, yang berjarak kurang dari satu kilometer, yaitu Bendungan Mattenschwelle. Bendungan ini juga merupakan dam pembangkit listrik yang berada di Kota Bern.

Reporter: Dhea Salsabila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini