MataIndonesia, JAKARTA – Upaya penguatan kemandirian energi nasional terus menunjukkan kemajuan signifikan memasuki awal tahun 2026. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan efisiensi, keselamatan, serta substitusi impor energi dan teknologi, berbagai pemangku kepentingan mulai dari BUMN hingga pemerintah daerah mengambil peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Avep Disasmita menekankan pentingnya aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai fondasi utama operasional perusahaan. Integritas, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program kerja 2026.
“Keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar prosedur, tetapi nilai utama. Tidak ada pencapaian yang lebih penting daripada memastikan seluruh insan perusahaan bekerja dengan aman dan pulang dalam keadaan selamat,” tegas Avep.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menegaskan kemandirian teknologi merupakan kunci swasembada energi. PT Pertamina bersama PT Pindad melakukan uji coba teknologi inspeksi pipa migas Pertastream di Bandung yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan studi bersama pengembangan teknologi gas alam nasional.
“Dengan Pertastream, kita memastikan infrastruktur pipa migas tetap andal dan aman secara mandiri. Ini adalah wujud kecintaan anak bangsa untuk kemajuan negara,” ujarnya.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga memastikan terwujudnya kemandirian energi bagi masyarakat terpencil melalui pengoperasian PLTS Terpusat di Desa Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu. Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto menjelaskan, PLTS berkapasitas 60,8 kWp tersebut mampu menghasilkan energi harian rata-rata 243 kWh, jauh melampaui kebutuhan masyarakat.
“Saat ini listrik telah melayani 107 sambungan rumah dan fasilitas umum, termasuk 45 unit PJU,” jelasnya.
Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran listrik yang stabil.
“Dulu kami bergantung pada generator dan lampu tembok, sekarang masyarakat bisa menikmati listrik dari PLTS,” ujarnya.
Berbagai langkah ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dan BUMN dalam mewujudkan kemandirian energi nasional yang efisien, berkelanjutan, serta mampu mengurangi ketergantungan impor, sebagaimana menjadi visi besar Presiden Prabowo Subianto. (*/rls)
