3 Hal yang Bikin Penasaran di Paruh ke-2 “Voice 4”

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama tvN “Voice 4” yang sudah tayang setengah jalan semakin seru dan menegangkan. Hingga kini, drama yang dibintangi Lee Ha Na ini sudah tayang 8 episode.

“Voice” yang musim pertamanya ditayangkan pada tahun 2017 adalah drama tentang pusat panggilan darurat. Petugas yang ada di sana memerangi kejahatan menggunakan informasi terbatas yang mereka dapatkan dari panggilan darurat yang mereka terima.

Musim keempat ini mengadu Tim Golden Time melawan pembunuh keji dengan kemampuan pendengaran luar biasa yang menyaingi mereka sendiri. Mereka berusaha mengalahkan penjahat baru yang dikenal sebagai Circus Man.

Lee Ha Na masih berperan sebagai Kang Kwon Joo, sementara Song Seung Heon akan bergabung dengan pemeran sebagai Derek Jo, seorang pemimpin unit di Departemen Kepolisian Los Angeles yang akhirnya berkolaborasi dengan Tim Golden Time.

Nah siapa nih yang penasaran dengan bagaimana musim ini akan berakhir. Berikut adalah tiga poin penting yang harus diwaspadai saat drama memasuki babak kedua:

Awas ya arikel ini mengandung spoiler!

1. Tim ‘The Golden Time’ melawan penjahat dengan empat kepribadian.

Dengan Dong Bang Min (Lee Kyu Hyung) terungkap sebagai pembunuh berantai terkenal Circus Man, yang tersisa hanyalah Derek Jo, Kang Kwon Joo, dan anggota Tim Golden Time lainnya untuk menjatuhkannya.

Dong Bang Min memiliki empat kepribadian berbeda: dirinya yang sebenarnya yang memiliki senyum menawan, master berkacamata yang menengahi setiap karakter dan merencanakan pembunuhan, direktur pusat dengan pendengaran luar biasa yang melacak target, dan Circus Man yang haus darah.

Terutama karena dia mengalami perpecahan keluarga karena pembunuhan tidak langsung, dia dicurigai sebagai seseorang yang menyimpan banyak kemarahan tentang keluarga. Pemirsa penasaran untuk mengetahui betapa menakutkannya dia sebenarnya.

2. Hubungan misterius Kang Kwon Joo dan Dong Bang Min.

Pemirsa dibuat penasara hubungan yang ada antara Kang Kwon Joo dan Dong Bang Min. Menjelang awal drama, Dong Bang Min melakukan pembunuhan saat dalam kepribadiannya yang mirip dengan Kang Kwon Joo dan terus-menerus mengiriminya pesan yang mengatakan, “Kamu dan aku adalah kembar siam.”

Kepribadian utama Dong Bang Min juga memperingatkan, “Saya akan segera membuat si kembar siam saling menikam dengan pisau,” menandakan pertarungan antara Kang Kwon Joo dan kepribadian direktur pusat.

Arti menjadi kembar siam serta alasan Dong Bang Min untuk menciptakan kepribadian yang mirip dengan Kang Kwon Joo dan melakukan pembunuhan yang mengerikan masih harus dilihat. Ada kemungkinan bahwa hubungan mereka akan memiliki hubungan dengan mimpi buruk yang dialami Kang Kwon Joo, dan plot twist yang akan terjadi saat Dong Bang Min meningkatkan permainannya pasti berada di luar imajinasi pemirsa.

3. Kematian ibu dan adik Derek Jo dan rahasia desa Sonang.

Salah satu petunjuk dalam kasus pembunuhan ibu Derek Jo adalah setelah diculik oleh kelompok mencurigakan yang mengenakan jas hujan, dia mendapat tato pusaran air di pergelangan tangannya.

Selain itu, dikatakan juga bahwa detektif yang menangani kasus tersebut saat itu bekerja sebagai tukang batu di desa Sonang. Setelah terungkap bahwa kematian ibu dan saudara perempuannya terkait dengan desa, pemirsa menantikan untuk melihat penyelidikan Tim Golden Time dengan kecepatan penuh ke depan.

“Voice 4” tayang di tvN setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 22:50 KST atau 20:50 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Pastikan Kopdes Berjalan Profesional dan Berkelanjutan

Oleh: Hanif Pratama )*Pemerintah memastikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) MerahPutih berjalan profesional dan berkelanjutan melalui penguatan regulasi, manajemen, serta dukungan pembiayaan yang terintegrasi. Kebijakan inidirancang untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi desasekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah dengan memastikan kesiapan operasional tidak hanyadari sisi fisik, tetapi juga aspek tata kelola. Pendekatan ini dilakukan agar koperasi mampu menjalankan fungsi distribusi pangan dan kebutuhanmasyarakat secara efisien serta berkelanjutan.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwapemerintah tengah menyiapkan payung hukum pembiayaan melalui revisiPeraturan Menteri Keuangan. Ia menjelaskan bahwa percepatanpenyelesaian regulasi tersebut menjadi prioritas agar implementasiprogram tidak terhambat di lapangan.Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telahdiminta untuk segera merampungkan aturan baru dalam waktu singkat. Target percepatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalammemastikan seluruh skema pendanaan Kopdes dapat berjalan tepatwaktu dan tepat sasaran.Selain penguatan regulasi, pemerintah juga menempatkanprofesionalisme sebagai kunci utama keberhasilan operasional koperasi. Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penunjukan manajer yang tidakhanya memahami prinsip koperasi, tetapi juga memiliki kemampuankewirausahaan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.Pemerintah memandang bahwa keberadaan manajer profesional akanmeningkatkan kualitas pengelolaan koperasi sekaligus memastikan setiapunit usaha dapat berkembang secara optimal. Dengan manajemen yang kuat, koperasi diharapkan mampu bersaing dan memberikan manfaatnyata bagi masyarakat desa.Kopdes Merah Putih juga dirancang memiliki peran strategis dalamberbagai program pemerintah, termasuk sebagai penyalur barang subsididan penyerap hasil produksi petani. Dalam skema ini, koperasi dapatberfungsi sebagai offtaker komoditas pangan melalui kerja sama denganPerum Bulog, sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.Peran tersebut memperkuat posisi koperasi sebagai penghubung antaraproduksi dan distribusi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantaipasok yang panjang. Dengan demikian, efisiensi distribusi dapat tercapaidan kesejahteraan petani meningkat secara signifikan.Pemerintah juga merancang koperasi desa sebagai pusat layananterpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dariagen sembako, distribusi LPG, hingga layanan kesehatan. Integrasilayanan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing koperasisekaligus memperluas manfaat yang dirasakan masyarakat.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes MerahPutih akan menjadi ekosistem ekonomi baru yang mengintegrasikanseluruh potensi desa. Ia menilai koperasi akan berperan sebagai wadahusaha bersama yang mampu mendorong perputaran ekonomi secaraberkelanjutan.Ferry Juliantono juga mendorong pemerintah daerah untukmengidentifikasi potensi unggulan desa dan mengintegrasikannya dalampengembangan koperasi. Ia memastikan Kementerian Koperasi siapmemberikan dukungan pembiayaan serta pendampingan agar koperasidapat berkembang secara optimal.Pemerintah turut membuka akses pembiayaan melalui LPDB Koperasiserta mendorong program inkubasi bagi produk-produk lokal. Langkah inibertujuan mempercepat pertumbuhan usaha masyarakat desa sekaligusmeningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.Ferry Juliantono menilai koperasi yang dikelola secara profesional akanmampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam aktivitasekonomi desa. Keterlibatan milenial dan generasi Z dipandang pentinguntuk mendorong inovasi serta memperkuat keberlanjutan koperasi di masa depan.Di sisi lain, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, YandriSusanto, menekankan pentingnya ketersediaan lahan sebagai fondasiutama operasional koperasi. Ia menyebut pemerintah pusat dan daerahperlu bersinergi untuk memastikan setiap desa memiliki lahan yang memadai bagi pembangunan kantor koperasi.Setelah lahan tersedia, pemerintah mengarahkan pembangunandilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas koperasi dapat dimanfaatkandalam jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikankontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian danlembaga untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan selaras. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting agar setiap program yang dijalankanmampu saling mendukung dan tidak berjalan secara terpisah.Pemerintah meyakini bahwa kombinasi antara regulasi yang kuat, manajemen profesional, dan dukungan pembiayaan yang terarah akanmemastikan Kopdes Merah Putih berjalan optimal. Dengan strategitersebut, koperasi desa tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapijuga motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan sistempengawasan internal dan eksternal guna menjaga keberlanjutanoperasional Kopdes Merah Putih. Mekanisme audit berkala sertapelaporan yang transparan menjadi instrumen utama untuk memastikanseluruh aktivitas koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Dengan sistem pengawasan yang terstruktur, potensi penyimpangandapat diminimalkan sejak dini.Pemerintah juga mendorong kemitraan strategis antara koperasi denganpelaku usaha lokal maupun nasional agar tercipta rantai nilai yang lebihkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing koperasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.*) Pengamat Koperasi dan UMKM
- Advertisement -

Baca berita yang ini