Terkuak! Begini Cerita Tentang Jembatan Buntu di Puncak Bogor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Bagi kamu yang terbiasa melakukan perjalanan pulang-pergi arah Puncak, Bogor, Jawa Barat mungkin sudah tidak asing dengan jembatan buntu yang terletak di daerah Puncak Pas ini.

Jembatan berwarna putih yang tidak terawat ini memang sekilas seperti jembatan penyebrangan orang (JPO), namun ternyata jembatan tersebut bukanlah JPO umum untuk banyak orang lalui.

Jembatan bertuliskan “Riung Gunung” tersebut adalah sebuah jembatan untuk menuju ke sebuah vila tua di atas bukit. Vila tua tersebut dikabarkan merupakan tempat peristirahatan Presiden pertama Indonesia, yakni Ir. Soekarno.

Jika dilihat dari jalan memang kamu tidak akan terlalu melihat vila tua tersebut. Hal ini karena banyakan pepohonan yang menutupi sekitaran bukit. Namun saat kamu telah menjajaki tangga jembatan buntu tersebut, kamu akan disuguhkan dengan vila tua megah yang masih terawat dengan baik.

Di balik jembatan buntu tersebut, banyak misteri dan mitos yang beredar. Beberapa paranormal mengatakan, jika jembatan riung gunung tersebut tidak hanya menyambungkan pada vila milik Ir. Soekarno, tapi juga sebagai gerbang gaib untuk menuju ke petilasan Prabu Siliwangi dan pantai selatan.

Berbeda dengan paranormal, masyarakat sekitar justru sering merasakan dan melihat berbagai macam penampakan pada jembatan tersebut. Pada malam hari, masyarakat sekitar terkadang melihat rombongan orang yang sedang menaiki tangga putih tersebut dan kemudia menghilang seperti akan menunju ke vila.

Selain itu, banyak rumor yang mengatakan jika dalam sebuah vila tua tersebut ada sebuah kamar rahasia yang tidak boleh dibuka oleh siapapun selain Ir. Soekarno.

Kabar yang beredar, dalam kamar tersebut ada sebuah lubang rahasia yang tidak diketahui untuk apa dan seperti apa. Pasalnya, baik penjaga pun tidak diperkenankan untuk membukanya.

Menurut penjaga vila, saat ini bangunan vila tua tersebut bukan lagi milik Ir. Soekarno. Vila tua tersebut digadang-gadang telah alih kepemilikan kepada orang lain yang penjaganya pun tidak mengetahuinya. Walau telah termakan jaman, hingga saat ini vila tersebut masih terawat dengan cukup baik.

Reporter: Rini Apriliani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini