Pendiri Patagonia Hibahkan Perusahaan untuk Memerangi Krisis Iklim

Baca Juga

MATA INDONESIA,CALIFORNIA – Yvon Chouinard, pendiri merek Patagonia mengatakan bahwa dia memberikan perusahaannya kepada orang yang ia percayai. Ia ingin keuntungan penjualan perusahaan tersebut dapat berguna untuk memerangi krisis iklim.

Alih-alih menjual perusahaannya kepada publik, ia justru mengalihkan kepemilikan perusahaannya kepada sebuah perwalian dan organisasi nirlaba.

Melansir dari Reuters “Alih-alih mengekstraksi nilai dari alam dan mengubahnya menjadi kekayaan bagi investor, kami menggunakan kekayaan yang diciptakan Patagonia untuk melindungi sumber semua kekayaan,” kata Chouinard.

Patagonia akan terus beroperasi sebagai perusahaan swasta nirlaba dan keluarga Chouinard tidak lagi memiliki perusahaan tersebut.

Saham voting perusahaan sedang ditransfer ke Patagonia Purpose Trust sementara saham non-voting telah diberikan kepada Holdfast Collective. Holadfast Collective merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk memerangi krisis iklim dan lingkungan.

Jalannya perusahaan ini masih akan berada dalam pengawasan anggota keluarga Chouinard.

Dengan keputusan ini maka pendiri patagonia tidak akan mendapatkan keuntungan finansial dan akan tetap menghadapi tagihan pajak dari sumbangan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini