Mengenal Puasa Daud: Apakah Boleh Dilakukan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Puasa Daud menjadi salah satu puasa sunah Nabi Muhammad SAW. Seperti namanya, puasa ini berasal dari puasa Nabi Daud AS  sepanjang hidupnya.

Puasa ini memiliki perbedaan dengan puasa wajib saat Ramadan yang berlangsung selama satu bulan penuh. Hukum puasa Daud ialah sunah. Apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dilakukan tidak berdosa.

Cara pengerjaannya pun juga berbeda. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad dalam sebuah hadis,

“Puasalah sehari dan berbukalah sehari, karena yang demikian itu adalah seutama-utamanya puasa itulah puasa saudaraku Daud alaihissalam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya bahwa puasa Daud pelaksanaannya begitu istimewa. Bahkan tidak ada syarat dan ketentuan untuk mengerjakan puasa ini, asalkan ia beragama islam dan beriman.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al’Ash, Rasulullah saw bersabda “Puasa yang paling di cintai oleh Allah adalah puasa Daud”. Hal ini karena puasa ini mengajarkan kita untuk istiqomah dan berkomitmen dalam mengambil keputusan untuk menjadi lebih baik lagi.

Manfaat lainnya seperti:

  1. Permudah segala urusan

Kepercayaan tentang keajaiban akan timbul saat menjalankan puasa dengan khusyuk dan ikhlas. Biasanya, semua urusan pada hari itu akan dimudahkan oleh Allah SWT.

  1. Waktu yang ijabah

Berkah puasa ini untuk mendapat jodoh dan memudahkan segala urusan. Maka dari itu puasa ini menjadi waktu yang ijabah untuk berdoa, terlebih lagi jika tidak meninggalkan salat sunah lainnya.

  1. Fisik menjadi kuat

Nabi Daud memiliki kekuatan fisik yang sangat mengagumkan seperti perawakan tubuh tinggi dan pesona kharismatiknya. Untuk mendapatkan manfaat ini, kamu bisa menjalankan amalan ibadah puasanya.

Reporter: Azzura Tunisya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini