KPU Jayapura Terpaksa Lakukan Pemungutan Suara Besok

Baca Juga

MINEWS.ID, JAYAPURA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura akhirnya memutuskan melakukan pemungutan suara besok, Kamis 18 April 2019.

“Untuk 702 TPS yang tersebar di Distrik Abepura (367 TPS) di 10 kelurahan dan 335 TTPS di Distrik Jayapura Selatan yang tersebar di lima kelurahan,” kata Ketua KPU Papua Theodorus Kossay, Rabu 17 April 2019.

Penundaan pemungutan suara itu karena keterlambatan pendistribusian logistik pemilu ke TPS.

Rencananya logistik itu disalurkan ke seluruh TPS paling lambat Rabu 17 April 2019 pukul 11.30 WIT. Namun hingga waktu yang ditetapkan tidak pernah ada penyaluran tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura, Oktovianus Injama, mengaku dia terlambat menerima formulir C1 dan C7.

Selain, mereka terlambat melakukan pleno DPTHP tingkat provinsi pada tanggal 12 April 2019.

Setelah kami menerima hasil pleno DPTHP itulah baru kami bisa melakukan download untuk diperbanyak dan dikirim ke TPS-TPS.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) kota Jayapura tercatat 300.752 pemilih. Mereka tersebar di lima distrik yang dilayani 1.262 TPS.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan pihaknya akan melakukan pegamanan secara menyeluruh terhadap proses Pilkada di Papua khususnya di Papua.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini