Kampanye di Solo, Jokowi Optimis Raih 90 Persen Suara

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) optimis meraih 90 persen suara pada pilpres 17 April 2019 di Kota Solo, Jawa Tengah. Hal itu diungkapkan dirinya saat melakukan kampanye akbar di kampung halamannya tersebut, Selasa 9 April 2019.

Jokowi mengatakan, pada Pilpres 2014 lalu dirinya yang juga melawan capres Prabowo Subianto berhasil meraup kemenangan sebesar 84 persen. Di Pilpres 2019 ini, Jokowi tak mau menang di angka yang sama.

“Awas, saya berasal dari Solo loh, jangan sampai dapatnya sama dengan 2014, harus lebih dari 84 persen. Setuju? Acung jari!” teriak Jokowi saat kampanye akbar di Lapangan Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Jokowi menargetkan kemenangan di kota asalnya ini tak tanggung-tanggung. Dia ingin menang di atas angka 90 persen.

“Dapat berapa nanti? 2014 dapat 84 persen, di 2019 dapat berapa nanti? Di atas 90 persen, tunjuk jari!” kata Jokowi.

Ribuan pendukungnya mengacungkan jari telunjuk ke udara. Melihat hal itu, Jokowi pun optimistis. “Insyaallah apa yang kita sepakati hari ini akan terjadi. Tapi harus kerja keras. Waktunya tinggal delapan hari,” katanya.

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini