Fenomena Spirit Doll, Kebudayaan yang Bertabrakan Dengan Agama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat ini jagat maya tengah heboh memperbincangkan ‘spirit doll’ atau boneka arwah, setelah banyak selebriti tanah air yang mengadopsinya.

Pada Selasa 4 Januari 2022, di Twitter cuitan spirit doll masuk ke jajaran trending topic. Banyak masyarakat yang pro dan kontra, bahkan tokoh agama pun turut mengomentari fenomena ini.

Fuad Nasar, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, mengatakan manusia yang mempercayai adanya kekuatan gaib pada benda mati, berarti ia menurunkan nilai kemuliaan manusia. Fenomena ini juga bertentangan dengan nilai tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah YME.

Jika hanya sebatas mengoleksi karena hobi, tentu tak jadi masalah. Namun jika lebih dari itu, inilah yang sangat fatal.

Spirit doll, sebenarnya bukan hal baru. Karena sejak dulu penggunaan boneka selain mainan tapi juga untuk banyak hal.  Salah satunya sebagai medium tempat persemayaman arwah. Itulah sebabnya ia namanya spirit doll atau boneka arwah.

Penampakan spirit doll memang persis seperti bayi sungguhan. Dan orang yang mengadopsinya pun akan memperlakukan mereka layaknya anak yang hidup. Mereka mendapat nama, pakaian, hingga makan dan minum.

Seperti yang tengah viral di TikTok, nampak seorang wanita menyuguhkan bonekanya minuman bersoda. Ada pula seorang wanita yang tengah memarahi bonekanya karena ia bermain di tanah.

Dr Selly Riawanti, seorang antropolog dari Universitas Padjajaran, Bandung, mengatakan bahwa spirit doll dapat memberikan fungsi psikologis kepada pemiliknya. Karena boneka ini bisa menjadi teman curhat.

Biasanya, orang yang mengadopsi spirit doll adalah orang yang pernah kecewa dengan keadaan. Mereka tak ingin lagi menaruh harapan pada manusia, sehingga mereka memilih boneka yang memiliki jiwa, seperti spirit doll untuk menghiburnya.

Berlawanan dengan Ajaran Agama

Toraja, Sulawesi Selatan, menjadi daerah di Indonesia yang paling terkenal dengan tradisi boneka arwahnya. Namanya  Tau-tau. Ini adalah boneka kayu yang sengaja mirip dengan orang Toraja yang telah meninggal.

Nantinya, Tau-tau akan menjadi medium tempat bersemayamnya arwah mereka. Boneka ini nantinya ada di atas makam masing-masing. Ini menjadi salah satu ritual untuk memberikan pelayanan kepada orang yang telah meninggal.

Iwan Meulia Pirous, dosen jurusan Antropologi di Universitas Indonesia, mengatakan dari kacamata antropologi, ini adalah fenomena budaya yang biasa. Namun, masyarakat modern saat ini terlalu religius, menjadikan agama sebagai satu-satunya pedoman hidup. Sehingga budaya ini bertabrakan. Menurutnya bisa jadi lama kelamaan akan terkikis dan punah.

Dan inilah yang saat ini terjadi di Toraja. Tabrakan budaya ini menyebabkan kebudayaan mengalami perubahan. Padahal dalam antropologi, budaya seperti ini sah-sah saja. Tak bisa benar atau salah.

Selain Tau-tau, ada wayang, boneka kulit tradisional dari budaya Jawa. Biasanya permainan wayang dalam ritual pemujaan roh nenek moyang. Yang menarik, saat penyebaran agama Islam di tanah Jawa, para wali menggunakan wayang sebagai media penyebaran agama Islam.

Jika saja wayang persis seperti wujud manusia, maka ini juga akan mengundang perdebatan agama. Seperti yang terjadi di zaman kerajaan Islam di Indonesia, yakni Kerajaan Demak. Saat itu ada larangan pertunjukkan wayang dengan wujud yang persis seperti wujud manusia.

Itu sebabnya, seorang pembuat wayang sangat berhati-hati dalam membuat wayang.

Namun, Iwan mengatakan hingga kini belum ada studi khusus yang mempelajari seputar boneka arwah. Pada dasarnya perkembangan zaman tidak membuat kebudayaan tradisional menghilang, ia akan selalu ada di sekeliling kehidupan modern.

Budaya Spirit Doll dari Thailand

Masyarakat Thailand sudah gemar mengoleksi spirit doll sejak tahun 2015 – 2016. Luk thep, salah satu jenis spirit doll di sana. Ini kepercayaan masyarakat Thailand sebagai pembawa keberuntungan. Sehingga banyak dari mereka yang mengadopsi dan memberikan perlakuan istimewa untuk Luk thep.

Jika terjemahan secara harfiah, Luk thep sendiri berarti anak malaikat. Selain perawatan, para pengadopsi juga kerap membawa Luk thep untuk mendatangi sebuah upacara pemberkatan benda atau jimat keberuntungan (upacara plook sek), untuk pemberkatan para biksu Buddha.

Biksu Phra Prasit Warayan, sebagai salah satu biksu yang memberkati benda mati, mengatakan Luk thep memang memiliki kekuatan yang besar dan kerap menjadi pujaan masyarakat Thailand. Namun ketika keadaan memburuk, mereka kecewa dan tak lagi mempercayai Luk thep. Bahkan mereka meninggalkan luk thep.

Luk thep yang ditinggalkan oleh pemiliknya kemudian dirawat oleh para biksu. Kuil Sawang Arom, salah satu kuil penampungan luk thep menyajikan minuman para Luk thep yakni minuman soda berwarna merah.

Penampakan Luk thep sama sekali tak menyeramkan, justru sangat menggemaskan. Mereka memiliki rambut halus berwarna pirang atau cokelat dan memiliki mata besar.

Luk Thep, spirit doll dari Thailand
Luk Thep, spirit doll dari Thailand

Namun ratusan tahun lalu sebelum Luk thep eksis, ada spirit doll bernama kuman thong. Kalau yang ini memiliki kekuatan magis yang sangat kuat, namun mereka juga mendapat makanan dan pakaian indah.

Kuman Thong
Kuman Thong

Menurut sejarahnya, para pembuat kuman thong akan mencari jasad janin yang telah mati. Kemudian membakarnya hingga kering, lalu memoles dan menyepuhnya. Kuman thong populer pasca Perang Dunia II.

Namun, seiring dengan tingginya permintaan, bahan utama kuman thong, yakni jasad janin asli akhirnya diganti dengan boneka plastik. Dan kini, popularitas kedua spirit doll tersebut telah memudar di Thailand.

Di sisi lain, di tahun 1990-an para seniman boneka membuat sebuah boneka yang persis dengan wujud bayi manusia. Mereka memodifikasi boneka vinyi, lalu memoleskan berlapis-lapis cat warna kulit dan cat kebiruan di bagian dalam boneka untuk menggambar pembuluh darah.

Para seniman ini juga memasangkan rambut pada boneka vinyi dengan cara microrooting dan mengganti matanya dengan bola kaca. Ada beberapa boneka yang sengaja dipasangi alat elektronik sehingga ia memiliki detak jantung dan tubuhnya dapat bergerak layaknya sedang bernapas. Bahkan ada pula boneka yang sengaja dipasangi alat pemanas sehingga terasa hangat ketika disentuh.

Mereka menamai boneka ini sebagai reborn doll, sebuah boneka yang biasanya diadopsi oleh wanita yang baru saja kehilangan bayinya.

BBC/Reporter: Intan Nadhira Safitri

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini