Diduga Langgar Pidana, Kasus Muhammad Kece Berlanjut ke Penyidikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muhammad Kece bergulir dari penyelidikan ke penyidikan. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa kasus tersebut berlanjut usai pihak kepolisian menemukan alat bukti dari sejumlah laporan masyarakat yang masuk.

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi ahli di antaranya ahli IT, ahli Bahasa Indonesia, dan ahli hukum agama.

“Adapun barang bukti yang didapatkan petugas antara lain tangkapan layar dan video dari Youtuber Muhammad Kece yang diduga melanggar pidana,” ujarnya, Selasa 24 Agustus 2021.

Namun saat ini, Muhammad Kece belum ditetapkan menjadi tersangka. “Statusnya masih terlapor,” katanya.

Dalam kasus ini, ada empat laporan terhadap Kece dan kini sudah dijadikan satu dan ditangani Bareskrim Polri.

Pihak kepolisian juga kemungkinan besar bakal memeriksa Muhammad Kece. Namun agendanya belum ditentukan. “Sementara belum diinfokan oleh penyidik. Nanti jika ada perkembangan akan disampaikan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini