Suci

Santuy! Ditinggal Ngibrit Temannya Saat Gempa, Bocah Ini  Malah Asik Main Game

MINEWS, JAKARTA – Gempa bumi mengguncang di sekitaran wilayah Banten pada 2 Agustus 2019 malam. Setelah peristiwa tersebut terjadi, media sosial diramaikan dengan beredar berbagai video kepanikan warga di berbagai wilayah.Dari banyak video yang beredar, ada salah satu video...

5 Rekomendasi Lagu Galau Yang Bisa Bikin Kamu Lebih Tenang

MINEWS, JAKARTA - Semua orang pasti pernah mengalami patah hati. Urusan kandasnya cinta ini memang bukan perkara yang mudah untuk diselesaikan. Pasalnya, kita harus kehilangan sesuatu yang sangat kita hargai dan cintai. Orang yang sedang patah hati atau galau...

Cari Pacar Setia? 4 Zodiak Ini Bakal Bikin Hubungan Awet

MINEWS, JAKARTA - Ketika kamu punya kriteria tertentu untuk dijadikan pendampin hidup, maka kesetiaan seseorang menjadi hal utama dalam menjalin hubungan. Tentunya tak ada yang ingin hatinya tersakiti oleh pasangannya. Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Hal tersebutlah yang terkadang membuat...

Jisoo BLACKPINK Malah Dukung Penggemar Yang Bolos Sekolah Demi Nonton Penampilanya

MINEWS, JAKARTA - Berbagai cara dilakukan oleh seorang penggemar demi bertemu sang idola. Tidak sedikit dari mereka yang rela mengorbankan kepentingannya sendiri untuk melihat langsung idolanya, termasuk bolos sekolah.Dilansir dari Koreaboo.com, pada 2 Agustus 2019 kemarin Jisoo BLACKPINK melakukan...

Ini Ancaman Pidana Jika Hina Presiden di Medsos

MINEWS, JAKARTA – Sebuah akun Facebook bernama Agung Bhakti Nugroho menjadi perbincangan usai gempa melanda beberapa daerah di Indonesia Jumat, 2 Agustus 2019 malam.Pasalnya, Agung mengunggah sebuah foto tulisan yang menyebutkan gempa terjadi akibat Joko Widodo (Jokowi) terpilih lagi...

Wajib tahu! Ini 5 Cara Menggunakan Masker Wajah yang Benar

MINEWS, JAKARTA – Setiap kaum hawa tentunya ingin memiliki kulit wajah yang bagus, sehat, dan cantik. Kini, produk perawatan kulit pun terus berkembang dengan berbagai metode, jenis dan kegunaan.Masker wajah adalah salah satu produk perawatan kulit yang banyak dilakukan...

Ada di Atas Kapal Laut Saat Gempa, Bahaya Gak?

MINEWS, JAKARTA – Beberapa daerah Indonesia diguncang gempa pada Jumat, 2 Agustus 2019. Data BMKG menmyebut gempa berpusat di 147 kilometer Barat Daya Sumur-Banten dengan kedalaman 10 kilometer pada pukul 19.03.21 WIB dan berpotensi tsunami di beberapa daerah.Pernah kepikiran...

Rayakan Ultah Ke-17, Remaja Asal Surabaya Ini Gelar Pesta Super Mewah

MINEWS, JAKARTA – Nama Patricia Mayoree mendadak jadi viral lantaran menggelar pesta ulang tahun ke-17 atau sweet seventeen super mewah. Lewat video berdurasi 2 menit, Patricia mengajak teman-temannya untuk ikut merayakan hari bahagianya.Video undangan tersebut pun menjadi bahan perbincangan netizen....

Hotman Paris Bikin Sayembara Kasih Hadiah Seharga IPhone Termahal

MINEWS, JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melakukan sayembara bagi siapa pun yang bisa menemukan ponselnya yang hilang. Kabar tersebut Hotman umumkan lewat akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial pada Jumat, 2 Agustus 2019 malam.Hotman mengunggah sepucuk Surat Tanda Penerimaan...

Berkerudung dan Dikira Perempuan, Lisa Diusir Usai Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan

MINEWS, JAKARTA - Seorang remaja bernaman Muh. Fausan atau Lisa menjadi korban percobaan pemerkosaan. Saat ini Lisa dan pelaku, Agus telah diamankan oleh aparat setempat. Peristiwa ini terjadi di Desa Rante Limbong, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.Lisa...

About Me

5301 KIRIMAN
0 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Pelatihan Kopdes Merah Putih Makin Aman, Relevan, dan Menguatkan Aspek Manajerial

Oleh: Citra Kurnia Khudori )*Keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal ataubanyaknya anggota, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Sama halnya dengan Koperasi Desa Merah Putih, penguatankapasitas para manajer menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembangsebagai motor penggerak ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan.Karena itu, penyempurnaan konsep pelatihan bagi calon manajer Koperasi DesaMerah Putih merupakan langkah yang patut diapresiasi. Penyesuaian materipelatihan menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memastikan proses pembekalan lebih relevan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi sekaligusmampu menjawab berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa istilah latihan dasar militer (latsarmil) tidak lagidigunakan dalam program pembekalan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Sebagai gantinya, pelatihan difokuskan pada pembekalan bela negara dan peningkatan kompetensi yang mendukung kemampuan kepemimpinan sertapengelolaan organisasi.Menurut Rico, perubahan tersebut merupakan bentuk penyempurnaan konsep agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Program ini sama sekalitidak diarahkan untuk membentuk calon manajer menjadi personel militer, melainkanmembangun karakter disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan etos kerja yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.Ia juga menegaskan bahwa materi yang diberikan telah disesuaikan dengankebutuhan dunia manajerial. Pembekalan bela negara diposisikan sebagaipendidikan karakter yang bertujuan memperkuat integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta semangat pengabdian kepadamasyarakat.Karakter disiplin dan kepemimpinan yang menjadi bagian dari pembekalan belanegara justru dapat menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi-fungsitersebut. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan telah lama diterapkan dalamberbagai program pengembangan kepemimpinan di banyak institusi.Meski demikian, pemerintah juga menunjukkan sikap adaptif dengan melakukanevaluasi terhadap konsep pelatihan. Respons terhadap berbagai masukan publikmenjadi bagian dari proses penyempurnaan agar pelaksanaan program semakinditerima oleh masyarakat luas.Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menjelaskanbahwa durasi pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih turut disesuaikanmenjadi sekitar satu setengah bulan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar materipembekalan lebih efektif, fokus, dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan koperasidi lapangan.Dudung mengungkapkan, pelatihan tetap diarahkan pada peningkatan kapasitaskepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan manajerial para peserta. Denganwaktu yang lebih efisien, calon manajer diharapkan dapat segera kembali ke daerahmasing-masing untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalammengembangkan koperasi desa.Penyesuaian durasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah lebihmengutamakan kualitas pembelajaran dibandingkan lamanya pelatihan. Yang terpenting bukan seberapa panjang proses pendidikan berlangsung, melainkansejauh mana kompetensi yang dibutuhkan benar-benar dapat dikuasai oleh peserta.Di sisi lain, kebutuhan pengelolaan koperasi modern memang semakin kompleks. Manajer tidak hanya dituntut memahami aspek administrasi, tetapi juga mampumembaca peluang usaha, memanfaatkan teknologi digital, mengelola risiko, sertamembangun jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.Karena itu, materi pelatihan yang berorientasi pada penguatan kapasitas organisasimenjadi semakin relevan. Koperasi yang dikelola secara profesional memilikipeluang lebih besar untuk tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakatdesa.Komitmen pemerintah untuk menjaga relevansi pelatihan juga tercermin dalampenyempurnaan substansi materi yang diberikan kepada peserta. Berbagai materiyang dinilai tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan calon manajer kemudiandisesuaikan agar fokus pembelajaran tetap berada pada peningkatan kapasitaskepemimpinan dan tata kelola.Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan bahwa materi menembaktidak lagi dimasukkan dalam pembekalan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kurikulum agar pelatihan lebih relevan dengan tujuan pengembangan kompetensi peserta.Kini pembekalan lebih difokuskan pada nilai-nilai bela negara dan pembentukankarakter. Dengan demikian, pelatihan benar-benar diarahkan untuk mendukungkeberhasilan pengelolaan koperasi, bukan untuk memberikan kemampuan yang berada di luar kebutuhan tugas para manajer.Penyempurnaan kurikulum tersebut membuktikan bahwa pemerintah membukaruang evaluasi dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Fleksibilitas semacamini penting agar kebijakan publik dapat terus berkembang mengikuti aspirasimasyarakat tanpa kehilangan tujuan utamanya.Perlu dipahami oleh semua pihak bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putihakan sangat ditentukan oleh kualitas para pengelolanya. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia merupakan langkah strategis agar koperasimampu menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, transparan, dan berdayasaing.Dengan konsep pelatihan yang semakin aman, relevan, dan berorientasi pada penguatan aspek manajerial, pemerintah memberikan fondasi yang lebih kokoh bagilahirnya para manajer koperasi yang berintegritas. Dengan begitu, Koperasi DesaMerah Putih memiliki peluang lebih besar untuk menjadi motor penggerak ekonomidesa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.)* Pemerhati isu sosial-ekonomi
- Advertisement -spot_img