Ryan Virgiawan
News
Zidane Dijuluki The Special One, Pantaskah?
MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Setelah tiga tahun yang berat, Real Madrid kembali menjadi juara Liga Spanyol di bawah sentuhan emas Zinedine Zidane sebagai pelatih.Berkat kesuksesannya tersebut, Zidane mulai ramai diperbincangkan, bahkan mendapat julukan The Special One karena telah mempersembahkan 11...
News
Baru Mau Tugas di Papua, 36 Prajurit TNI Malah Positif Covid-19
MATA INDONESIA, PAPUA BARAT - Baru hendak menjalankan tugas di Papua Barat, sebanyak 36 prajurit TNI AD ternyata positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium.Puluhan anggota TNI itu rencananya akan bertugas pada Kodim persiapan di Kabupaten Sorong Selatan, Maybrat...
News
Alhamdulillah, 99 Persen Listrik Luwu Utara Sudah Pulih
MATA INDONESIA, JAKARTA - PT PLN UIW Sulselbar melalui UP3 Palopo mengkalim bahwa 99 persen listrik di Kabupaten Luwu Utara sudah pulih pasca banjir bandang yang terjadi 13 Juli 2020 lalu.UP3 Palopo dalam keterangan resminya menyebut, hingga Sabtu 18 Juli...
News
Presiden Bikin Kontroversi, Sebut Lockdown Membunuh Ekonomi Negara
MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Setelah menuai amarah publik dalam penanganan Covid-19 yang tak maksimal, Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali membuat kontroversi dengan pernyataannya.Ia berkata, penerapan lockdown yang disarankan berbagai pihak, terutama WHO untuk menangani corona, dapat membunuh perkonomian negaranya. Maka,...
News
PDIP Buka-bukaan Soal Strategi Menang di Pilkada 2020
MATA INDONESIA, JAKARTA - PDIP punya target besar dalam Pilkada Serentak 2020 ini, yakni menang di banyak daerah. Untuk mencapai hal tersebut, tentu ada strategi khusus yang akan dilakukan partai berlambang banteng ini."Kalau strategi pemenangan, itu konsumsi internal. Tapi pada...
News
Sidang Isbat 21 Juli, Rukyatul Hilal di 84 Lokasi
MATA INDONESIA, JAKARTA - Kementerian Agama akan melaksanakan sidang isbat penetapan awal bulan Djulhijjah 1441 Hijriyah pada 21 Juli 2020 mendatang. Sementara rukyatul hilal akan dilaksanakan di 84 lokasi.Sidang isbat nantinya akan dipimpin langsung Menteri Agama Fachrul Razi. Tentunya,...
Headline
Setelah Brigjen Prasetyo, Kapolri Copot 2 Jenderal dalam Kasus Djoko Tjandra
MATA INDONESIA, JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis kembali mencopot jabatan dua perwira tinggi di institusi Polri yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra pada Jumat 17 Juli 2020.Kedua perwira tinggi tersebut adalah Irjen Napoleon Bonaparte yang menjabat Kadiv Hubinter...
Cuitan MI
Pesan Mohammad Natsir yang Sepatutnya Direnungi
MATA INDONESIA, JAKARTA - Sebagai tokoh pejuang kemerdekaan RI dan ulama besar, Mohammad Natsir telah menjadi teladan dan inspirasi bagi rakyat Indonesia.Gagasannya banyak dijadikan rujukan. Pesan-pesannya membangkitkan semangat untuk memajukan bangsa di masa depan.Berikut, pesan dari Mohammad Natsir, ulama pejuang...
Headline
Ali Khamenei dan Tiga Kontroversi dalam Kepemimpinannya
MATA INDONESIA, JAKARTA - Sebagai seorang Pemimpin Tertinggi Iran dan mantan presiden, Sayyid Ali Khamenei sudah lama berkutat di jagat politik dalam negeri dan internasional. Sebagian kesaksian menyebut sosoknya yang lembut, tegas, dan ada juga yang berkata, Khamenei adalah seorang...
Kisah
Mengungkap Sebab Cacatnya Tangan Kanan Ali Khamenei
MATA INDONESIA, JAKARTA - Sayyid Ali Husaini Khamenei, Pemimpin Tertinggi ke-2 Iran ini dikenal getol melawan segala bentuk kebiadaban Amerika Serikat, yang sudah menjadi musuh bebuyutan bagi negaranya.Turut serta sebagai salah satu pejuang Revolusi Islam Iran, Khamenei yang berlatar seorang...
About Me
6992 KIRIMAN
3 KOMENTAR
Latest News
Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM
Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan


