Sang Pendidik yang Memandu

Baca Juga

MATA INDONESIA, –  Pahlawan adalah seseorang yang dikenal akan keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.  Jika dulu Pahlawan adalah orang yang mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, lalu bagaimanakah dengan sekarang?

“ Perjuanganku lebih mudah karena melawan Penjajah, tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan Bangsa sendiri. “ Ungkapan Bung Karno tentang perjuangan Pahlawan.

Ungkapan ini masih bingung untuk dimaknai oleh generasi milenial. Bisa dibayangkan ketika di zaman yang serba mudah ini malah membuat para pahlawan milenial sulit untuk berperan. Tanpa kita sadari, kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan saat ini justru membuat kita terlena dan tidak peka terhadap lingkungan di sekitar kita. Padahal, inti dari maksud melawan bangsa sendiri, melawan hawa nafsu diri sendiri serta melawan mereka-mereka yang sudah gelap mata, hati, dan pikiran. untuk mencapai yang diinginkan.

Sebenarnya siapakah Pahlawan di mata Milenial ?

Yaitu, mereka yang berjuang demi menegakan kebenaran dan memiliki sebuah mimpi besar untuk masa depan bangsa Indonesia. Meskipun apa yang dilakukan sekarang terlihat sepele dan  sederhana. Yang perlu dilakukan pahlawan milenial adalah bersuara lantang, mampu berbuat nyata serta mampu memecahkan sebuah permasalahan dengan sebuah solusi.

Setiap tanggal 10 November, diperingati sebagai Hari Pahlawan. Di masa kini mari kita bersama-sama memaknai hari Pahlawan dengan tetap mendoakan para pendahulu yang telah berjuang atas waktu, pikiran dan nyawanya. Serta menceritakan kembali dan mengambil manfaat sejarah. Kisah pahlawan yang menjadi contoh dan inspirasi di mata milenial. Karena banyak sekali nilai-nilai dan semangat yang dapat kita teladani dari pahlawan bangsa ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab menjalaninya. Kita tunjukan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, berbudaya, dan bermartabat, serta berbudi luhur.

Menjadi seorang pendidik di sebuah Instansi dan pandu sebuah organisasi kepanduan adalah sebuah panggilan jiwa. Dengan penuh rasa syukur, ikhlas, tanggung jawab menjalaninya. Barangkali dengan cara ini dapat berdampak besar dalam menanamkan nilai moral, dan kecerdasan. Bagi tunas-tunas hijau yang kelak akan menggantikan daun-daun kering yang telah berguguran.

Pendidik adalah orang yang mendidik. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Sedangkan kepanduan atau kepramukaan adalah gerakan pandu yaitu anggota perkumpulan pemuda yang berpakaian seragam khusus. Tujuannya mendidik anggotanya supaya menjadi orang yang berjiwa kesatria, gagah berani, dan suka menolong sesama makhluk.

Tugas ini, kadang dipandang remeh dan sebelah mata. Seorang guru dijuluki Pahlawan tanpa tanda jasa. Guru mengajar bahkan sampai pelosok pedalaman tanpa mengutamakan penghasilan, melainkan demi memajukan dan memperbaiki pendidikan bangsa.

Seorang guru tetaplah guru tapi mereka yang sudah dididik menjadi guru akan menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa ini.  Guru sebagai tenaga pendidik profesional memiliki kualifikasi mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Dengan kualifikasi tersebut akan berdampak terhadap kualitas pembelajaran sebagai barometer tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Peran guru di sekolah sangatlah penting dalam memperbaiki generasi ke generasi. Guru bukan sekedar berceramah dan berdiri di depan kelas, melainkan mampu memberikan inspirasi bagi pertumbuhan intelektual dan moralitas. Guru juga senantiasa memberikan contoh yang baik dalam segala aspek kehidupan di sekolah maupun di lingkungan.

Penulis: Suhendi

Instagram : dedesuhendy1

71 KOMENTAR

  1. Terimakasih untuk semua guru yang telah berjasa, semoga senantiasa sehat selalu dan tetap berjuang untuk membangkitkan generasi yang lebih berprestasi dan bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi❤

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini