Pasien Covid-19 Keluhkan Sering Cegukan. Gejala Baru?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini beredar kabar pasien positif Covid-19 tidak mengeluhkan gejala batuk, demam, atau sesak nafas. Melainkan ia mengalami cegukan.

Dilansir dari Forbes, studi tersebut menunjukan kasus pria berusia 62 tahun mendatangi IGD karena mengeluh mengalami cegukan selama 4 hari. Setelah di periksa, pria tersebut positif terpapar virus Corona.

Kabarnya, pria tersebut tak mengalami gejala-gejala Covid-19 pada umumnya. Ia hanya mengeluhkan cegukan dan penurunan berat badan drastis hingga 11 kg.

Hal ini normal terjadi pada pasien positif Covid-19. Keluhan tersebut bisa saja disebabkan karena kurangnya suplai oksigen.

Meski demikian, ketua tim pelacakan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso, mengatakan cegukan yang dialami oleh pasien tersebut bukan menjadi gejala baru. Ia juga menegaskan tak semua orang yang mengalami cegukan berarti positif terpapar Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Intervensi Pasar Menjadi Instrumen Perlindungan Ekonomi Rakyat

*) Oleh : Jessica AnastasiaIntervensi pasar menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintahuntuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat dari berbagai gejolakyang dapat mengganggu daya beli. Dalam kondisi ekonomi global yang masih diwarnaiketidakpastian, fluktuasi harga komoditas, serta gangguan rantai pasok, peran negara dalam menjaga keseimbangan pasar semakin dibutuhkan. Intervensi pasar bukandimaksudkan untuk menghilangkan mekanisme pasar, melainkan memastikan bahwamasyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjagakesejahteraan rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentanterdampak oleh kenaikan harga barang dan jasa.Dalam praktiknya, intervensi pasar dilakukan melalui berbagai kebijakan yang bertujuanmenstabilkan harga dan menjamin ketersediaan barang kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk yang paling sering dilakukan adalah operasi pasar untuk menambahpasokan ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan. Pemerintah juga dapatmenyalurkan cadangan pangan nasional, memberikan subsidi, mengatur distribusibarang strategis, hingga memperkuat pengawasan terhadap praktik penimbunan dan spekulasi. Langkah-langkah tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mencegahterjadinya lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat serta menjaga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bagi masyarakat, manfaatintervensi pasar dapat dirasakan secara langsung melalui stabilitas harga kebutuhanpokok. Ketika harga beras, minyak goreng, gula, atau komoditas penting lainnyamengalami kenaikan tajam, kelompok masyarakat berpendapatan rendah biasanyamenjadi pihak yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini