Alasan Rhoma Irama Manggung di Tengah Pandemi Covid-19, Netizen: Sungguh TER-LA-LU!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Raja dangdut Rhoma Irama baru-baru ini menuai kritikan pedas dari netizen. Video dirinya yang sedang manggung atau menggelar konser jadi perbincangan hangat netizen.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku kecewa lantaran Rhoma ingkar janji dan tetap menggelar konser. Ade bahkan menyebutkan akan mengambil langkah tegas karena permasalahan tersebut.

“Gugus tugas akan mengambil langkah tegas, karena khawatir hal tersebut menjadi preseden buruk bagi masyarakat lainnya,” ucap Ade Yasin kala ditemui awak media.

BACA JUGA: Dikecewakan Rhoma Irama, Bupati Ade Yasin Beri Peringatan

Kabar Rhoma Irama yang kembali menghibur masyarakat diunggah oleh akun gosip @lambe_turah di Instagram pada Senin 29 Juni 2020. Akun @lambe_turah menuliskan “Naaahhh… Gimana neh kira kira.”

Soal penampilannya yang viral itu, Rhoma Irama punya alasan sendiri. Ia datang bukan untuk konser, tapi sebagai tamu undangan di acara hajatan.

“Jadi begini, setelah kami nyatakan kami sepakati tidak ada soneta, tuan rumah menyatakan kepada saya bahwa sudah ada pelonggaran dari Kapolri dan Gubernur Jawa Barat, maka tetap melaksanakan hajatan itu,” kata Rhoma Irama, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 29 Juni 2020.

View this post on Instagram

. Naaahhh… Gimana neh kira kira…

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah) on

Unggahan tersebut sontak langsung dibanjiri dengan komentar warganet. Banyak dari mereka yang mengaku kecewa dengan Rhoma karena menggelar konser mengingat kondisi masih belum stabil.

“Sungguh TER-LA-LU KAMU RHOMA,” kata ahmad___**ifin.

“KAU YANG BERJANJI KAU YANG MENGINGKARI ?????,” komentar @agen.pul**.murah.

“Yang sini mao belanja aja mikir berkali”, yang onooh malah jogedan..!!!,” tulis @yeni_novi**sari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini