Dalai Lama Kini Jadi Pemusik, Siap Rilis Album Perdana

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Tak disangka, di balik kebijaksanaannya sebagai pemimpin spiritual agam Budha di Tibet, Dalai Lama juga memiliki hobi bermusik.

Bahkan, tak lama lagi, Dalai Lama akan merayarakan ulang tahunnya yang ke-85 pada 6 Juli 2020 mendatang. Momen itu akan ditandai dengan peluncuran album musik pertamanya.

Pria bernama asli Tenzin Gyatso ini akan merilis album ‘Inner World’, yang berisi nyanyian serta doa-doa yang merupakan suaranya sendiri.

Musik Inner World ini diciptakan Dalai Lama, bekerja sama dengan muridnya yang bernama Junelle Kunin, yang menghabiskan waktu lima tahun bekerja dengan tim kecil bersama suaminya, produser dan penulis lagu, Abraham Kunin, dan musisi termasuk Anoushka Shankar yang tampil di trek, ‘Ama La’.

“Musik memiliki potensi untuk melampaui perbedaan kita. Ia dapat mengembalikan kita pada sifat sejati kita yang berhati baik,” kata Dalai Lama.

Nantinya, hasil penjualan album Inner World akan disetor ke yayasan Dalai Lama untuk program pendidikan dan spiritual.

Sebelum album dirilis, Dalai Lama akan mengeluarkan single berjudul Compassion, berisi lafalan mantra dalam agama Budha.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini