Amerika Serikat Mulai Persulit Jurnalis Cina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketegangan Pemerintah Amerika Serikat dan Cina berimbas kepada jurnalis kedua negara. Saat ini Pemerintahan Trump memperketat pemberian visa untuk jurnalis Cina, sebagai aksi balasan terhadap perlakuan Cina kepada para jurnalis asal AS.

Sebelumnya, visa untuk jurnalis bersifat terbuka dan tidak perlu diperpanjang kecuali karyawan yang bersangkutan pindah ke perusahaan atau media yang berbeda.

Sekarang, jurnalis dari Cina hanya diberi visa selama 90 hari dan bisa diperpanjang. Aturan itu mulai berlakukan, Senin 11 Mei 2020.

Reuters melaporkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, menyesalkan dan menolak sikap AS tersebut. Hal itu disebutnya sebagai penindasan terhadap media Cina.

Amerika Serikat dan Cina memang telah terlibat dalam serangkaian tindakan pembalasan yang melibatkan jurnalis dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Maret, Cina mengusir jurnalis Amerika dari tiga surat kabar di AS. Hal itu dilakukan atau sebulan setelah Pemerintahan Trump mengatakan mulai memperlakukan lima entitas media yang dikelola pemerintah Cina dengan operasi AS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini