Tanpa Lewandowski Empat Pekan, Bayern Bisa Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kemenangan Bayern Munich di Liga Champions atas Chelsea harus dibayar mahal. Setelah menorehkan satu gol dan dua assist, striker utama Robert Lewandowski dihantam cedera lutut dan harus absen selama empat pekan ke depan, kala timnya akan menghadapi berbagai laga krusial.

Lewandowski mengarsiteki dua gol Serge Gnabry saat menghadapi Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu 26 Februari 2020 dini hari WIB. Ia juga mencatatkan namanya di papan skor lewat gol pada menit ke-72.

Namun, setelah pertandingan, tim medis memeriksa kondisi Lewandowski, dan menemukan cedera retak tulang tibia di lutut kirinya. Kini ia dilarang bermain selama empat pekan untuk menjalani pemulihan penuh di bawah pengawasan otoritas medis klub.

Kehilangan Lewandowski tentu merugikan Bayern mengingat dia adalah andalan di lini serang dengan 39 gol dari 33 penampilan di seluruh kompetisi. Lewandowski dipastikan absen saat Bayern gantian menjamu Chelsea.

“Robert Lewandowski mengalami retak tulang tibia lutut kirinya saat Bayern mengalahkan Chelsea 3-0 kemarin. Inilah hasil pemeriksaan dari dokter klub Hans-Wilhelm Mueller-Wohlfahrt,” tulis Bayern dalam pernyataan resminya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini