Meredakan Migrain Tanpa Obat? Begini Caranya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kamu punya masalah dengan sakit kepala sebelah atau migrain yang sering kambuh? Bingung mencari obatnya? Tenang, ternyata migrain bisa kok diatasi, meskipun tanpa obat.

Justru kalau kamu menggunakan obat, bisa jadi kamu terdampak efek lainnya seperti mengantuk, mual atau detak jantung yang tak beraturan.

Lalu, bagaiman bisa meredakan migrain tanpa obat? Yuk simak caranya berikut ini, seperti dikutip dari Medical Daily.

1. Kompres Dingin atau Panas

Kalau migrain kumat, sediakan kompres, boleh dingin ataupun panas. Kompres dingin lebih tepat ditaruh di dahi, sedangkan kompres panas lebih tepat ditaruh di bagian belakang kepala. Lakukan terus sampai migrain mereda.

2. Jangan Makan

Kalau kamu migrain, jangan turuti nafsumu untuk mengunyah makanan. Soalnya, kalau kamu mengunyah, migrain akan semakin buruk.

3. Ngopi

Nah yang ini pasti enak. Saat lagi migrain, langsung buat kopi dan seruput kenikmatannya. Efek kafein pada kopi dikenal ampuh mengatasi segala jenis sakit kepala.

4. Hindari Cahaya

Upayakan kamu berada di tempat yang minim cahaya. Soalnya, paparan cahaya membuat migrain semakin menyiksamu. Kamu bisa siasati dengan menggunakan kacamata hitam.

Berita Terbaru

Dukung Komitmen Presiden Prabowo Jaga Semangat Reformasi dan Bersihkan Birokrasi

Oleh: Maya Paramitha)*Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda reformasi secara menyeluruh, mulai dari tata kelola pemerintahan, penegakanhukum, hingga penguatan supremasi sipil dalam kehidupan bernegara. Komitmentersebut menunjukkan bahwa reformasi bukan hanya dipahami sebagai perubahanadministratif, melainkan upaya besar untuk membangun institusi negara yang profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Agenda reformasi yang diusung Presiden Prabowo juga dipandang sebagai langkahpenting untuk memastikan birokrasi negara mampu bergerak lebih adaptifmenghadapi tantangan global. Di tengah persaingan ekonomi internasional, perkembangan teknologi digital, hingga ancaman kejahatan transnasional, negara membutuhkan institusi yang kuat, responsif, dan mampu bekerja secara efektif. Karena itu, reformasi kelembagaan tidak hanya relevan bagi kebutuhan internal pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saingnasional.Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, menyampaikan bahwavisi Presiden Prabowo tidak terbatas pada pembenahan satu institusi semata, melainkan mencakup seluruh lembaga negara agar mampu bekerja secara efektifdan selaras dengan prinsip demokrasi modern. Pendekatan yang menyeluruhtersebut dinilai penting untuk memastikan reformasi berjalan sistemik dan tidakberhenti pada perubahan parsial.Menurutnya, pembaruan kelembagaan harus diarahkan untuk memperkuat kualitaspelayanan publik sekaligus menjaga supremasi sipil sebagai fondasi utama negara demokrasi. Dalam sistem demokrasi yang sehat, setiap institusi negara dituntutbekerja secara profesional, tunduk pada hukum, serta menjunjung tinggikepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok tertentu. Supremasi sipilmenjadi elemen penting agar seluruh kebijakan negara tetap berjalan sesuai amanatkonstitusi dan prinsip demokrasi yang menjamin hak-hak masyarakat.Semangat reformasi juga berkaitan erat dengan upaya pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi tantangan besar dalam tata kelola pemerintahan. PemerintahanPresiden Prabowo dipandang memiliki tekad kuat untuk memperkuat sistempengawasan, meningkatkan transparansi birokrasi, dan menutup celahpenyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat. Upaya tersebut menjadi penting karena korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi negara, tetapi juga dapat menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.Dalam konteks tersebut, reformasi kelembagaan bukan hanya menyentuh aspekstruktur organisasi, tetapi juga menyasar budaya kerja aparatur negara. Integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas menjadi nilai utama yang harus diperkuat agar setiap institusi mampu menjalankan mandat konstitusional secara optimal. Tanpaperubahan budaya birokrasi,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini