Nyamar Jadi Santa Klaus, Pangeran Harry Hibur Anak Yatim Scotty’s Little Soldiers

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Di tengah kesibukannya di dalam Kerajaan Inggris, Pangeran Harry kelihatannya tak lupa untuk membagikan sukacita natal kepada anak-anak yatim piatu di sana.

Melansir Hello Magazine, belum lama berselang adik Pangeran William ini, merekam dirinya dalam sebuah video dengan menggunakan kostum Santa Claus untuk menghibur anak-anak dan remaja yatim piatu di Badan Amal Scotty’s Little Soldiers.

Video tersebut dibuat oleh sosok yang bergelar Duke of Sussex ini lantaran ia dan sang istri, Meghan Markle, berhalangan untuk menghadiri pesta Natal bersama anak-anak di Scotty’s Little Soldiers awal bulan ini.

“”Ho! Ho! Ho! Hai teman-teman, semua orang di Scotty’s Little Soldiers. Saya harap kalian memiliki waktu yang menakjubkan. Saya mendengar ada 190 dari Anda di sana tahun ini, jadi tolong menyebabkan kekacauan sebanyak mungkin secara manusiawi. Saya juga ingin mendorong kalian untuk melihat dan menyadari bahwa kalian adalah bagian dari keluarga, bagian dari komunitas yang luar biasa, dan bahwa ada dukungan di sana untuk kalian setiap hari jika kalian membutuhkannya,” katanya dalam video tersebut.

Kemudian ia melanjutkan, “Setelah bertemu beberapa dari kalian beberapa tahun yang lalu, saya tahu betapa kuatnya kalian. Ya, kehilangan orangtua sangat sulit, tetapi saya tahu masing-masing dari kalian saling membantu, sehingga kalian akan memiliki masa depan yang luar biasa di depan kalian, dan kalian juga akan memiliki Natal yang fantastis tahun ini. Hal terakhir dari saya adalah, orangtua kaliam tidak akan pernah dilupakan dan kalian tidak akan pernah dilupakan, dan saya tahu kalian akan memiliki hadiah besar hari ini. Milikilah senyum di wajah kalian. Jadi, selamat menikmati Natal dan Tahun Baru yang bahagia,” ujarnya mengakhiri.

“Kami sangat berterima kasih kepada The Duke of Sussex karena dengan ramah merekam pesan video untuk anak-anak Scotty’s Little Soldiers yang menghadiri pesta Natal awal bulan ini. Ini bisa menjadi waktu yang sulit bagi anak-anak ini, jadi menerima pesan sepenuh hati dari Pangeran Harry benar-benar berarti bagi dunia mereka. Pesan itu mengejutkan dan raut wajah mereka sangat berharga. Dalam semangat Natal, kami pikir kami akan membagikannya di sini untuk semua!,” kata Nikki Scott, Pendiri Scotty’s Little Soldiers.

Harry dan Meghan saat ini sedang istirahat enam minggu dari tugas kerajaan dan diperkirakan sedang membawa putra mereka, Archie, yang berusia tujuh bulan, ke luar negeri untuk menemui ibu Meghan, Doria Ragland.

Bulan lalu dikonfirmasi bahwa pasangan ini tidak akan menghabiskan masa perayaan di Sandringham dengan keluarga kerajaan tahun ini.

Berita Terbaru

Mitigasi PHK dan Penguatan JKP Menjadi Fondasi Ketahanan Ketenagakerjaan

0Oleh: Nabila Febrianti )*Ketahanan ketenagakerjaan menjadi salah satu pilar penting dalammenjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah meningkatnyaketidakpastian ekonomi global, pemerintah memastikan perlindunganterhadap tenaga kerja menjadi agenda strategis. Pemerintah memahami bahwa keberlangsungan lapangan kerja tidakhanya berkaitan dengan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berhubunganlangsung dengan daya beli masyarakat, aktivitas industri, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memunculkan tekanan baru terhadap perekonomian dunia. Gangguanrantai pasok, penurunan permintaan ekspor, serta meningkatnya biayalogistik mulai dirasakan oleh berbagai sektor industri di banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi perkembangan tersebut. Berbagai langkah mitigasi segera dilakukan untuk memastikan ancamanPHK tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Pendekatanyang ditempuh berfokus pada pencegahan sejak dini melalui koordinasilintas lembaga, pemantauan kondisi industri, serta komunikasi intensifdengan pelaku usaha dan serikat pekerja.Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan KesejahteraanBuruh, Said Iqbal, menjelaskan bahwa pemerintah bersama organisasiburuh telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah perusahaanyang menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi global. Kunjungan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran nyatamengenai persoalan yang dihadapi dunia usaha sekaligusmengidentifikasi risiko yang dapat mengancam keberlangsunganpekerjaan ribuan tenaga kerja.Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh perlambatan permintaan global. Perusahaan yang mengandalkan pasar ekspor mengalami penurunan pesanan, sementara perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi tantangan akibatterganggunya distribusi internasional. Kasus yang mendapat perhatian serius terjadi pada perusahaan kertas di Mojokerto, Jawa Timur. Hentinya aktivitas produksi perusahaan tersebutmenimbulkan kekhawatiran terhadap nasib ribuan pekerja yang selama inimenggantungkan penghasilan dari sektor industri tersebut. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa persoalan utama yang dihadapiperusahaan berkaitan dengan terhambatnya akses terhadap modal kerjayang masih berada dalam proses penyelesaian di sektor perbankan.Pemerintah bergerak cepat untuk mencegah dampak yang lebih besar. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintahdaerah, serta berbagai lembaga terkait guna memastikan hak-hak pekerjatetap terlindungi. Perlindungan terhadap upah dan hak normatif pekerjamenjadi prioritas utama dalam proses penyelesaian masalah tersebut.Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pekerja yang berpotensikehilangan pekerjaan. Aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasanindustri juga menjadi pertimbangan penting. Ketika sebuah pabrik berhentiberoperasi, dampaknya menjalar ke berbagai sektor lain sepertiperdagangan, transportasi, jasa makanan, dan usaha mikro yang bergantung pada aktivitas para pekerja.Sektor alas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini