Ini Efek Kebiasaan Makan Sambil Berjalan atau Bicara

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak sedikit orang yang memiliki kebiasaan menikmati makanan sambal bergerak, berjalanan, berbicara atau mengendarai kendaraan. Apakah kebiasaan ini baik? Tentu saja tidak.

Anda disarankan untuk duduk dengan baik dan tenang sebelum menyantap makanan demi menjaga kesehatan. Dikutip dari boldksy.com, ini efek dari kebiasaan buruk tersebut:

1. Gangguan Pencernaan

Efek ini umum terjadi pada kebiasaan makan sambil berjalan atau bergerak. Partikel makanan yang tidak dipecah dengan benar akan berada di usus untuk waktu yang lama. Akibatnya, terjadi gangguan pencernaan.

2. Perut Kembung

Mual dan muntah kerap terjadi pada orang-orang yang memiliki kebiasaan tersebut. Gangguan asam lambung yang tidak normal karena banyaknya gerakan saat makan adalah penyebabnya.

3. Masalah Kandung Kemih

Pada orang yang terbiasa menikmati kopi atau teh dalam perjalanan atau sedang berkendara, masalah yang akan dihadapi adalah peningkatan aktivitas kandung kemih. Efeknya, dorongan untuk buang air kecil menjadi meningkat dan tidak normal.

4. Makan Berlebih

Tanpa sadar, orang yang memiliki kebiasaan makan sambil berbicara dengan orang lain akan terus mengunyah makanan tidak dengan porsi yang tepat. Obrolan yang dinikmati membuat lupa berapa jumlah makanan yang sudah masuk tubuh. Hal ini berbahaya buat metabolisme di dalam tubuh.

5. Pembentukan Gas

Masalah ini pun umum terjadi karena kebiasan tersebut. Efek lanjutan dari gangguan pencernaan dan perut kembung akan mengakibatkan pembentukan gas yang membuat seseorang merasa nyeri di dada dan gangguan stroke ringan.

Jadi, yang terpenting bukan hanya pemilihan makanan sehat, namun perilaku dan pola makanan yang benar pun berpengaruh pada kesehatan Anda.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini