Ini Bukti Jalanan Jakarta Tidak Ramah, Mandiri Hentikan Lomba Lari

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Gara-gara kesulitan membuat jalanan Jakarta steril dari kendaraan bermotor, Bank Mandiri menghentikan agenda tahunannya Mandiri Jakarta Marathon sejak dua tahun ini. Bank plat merah itu mengalihkan event itu ke Bali.

Tahun ini, menurut Sekretaris Korporasi Bank Mandiri Rohan Hafas akan diselenggarakan Mandiri Nusa Dua International Run 2019 pada 15 Desember nanti.

Selain Bali, akan diselenggarakan juga kegiatan serupa di Banyuwangi, Prambanan, dan Bintan. Di masa datang akan dicoba di Mandalika dan Labuan Bajo.

Hengkangnya event tersebut berarti Jakarta kehilangan pemasukan miliaran rupiah. Sebab para peserta ajang olahraga tersebut bukan semata pelari pro, lebih banyak justru para pehobi yang datang dari kalangan menengah atas.

Mereka tidak segan-segan mengeluarkan dana jutaan rupiah hanya sekadar bisa berlari bersama tanpa target. Jikalau ada sekadar mengumpulkan ingin memperoleh kaos atau gift dari panitia event tersebut.

Bank Mandiri menyelenggarakan lomba lari itu di Jakarta sejak 2009, namun pengalaman buruk dua tahun lalu memutuskan memindahkan kegiatan tersebut.

Pada penyelenggaraan lomba 2017, beberapa peserta mengalami kecelakaan karena terserempet kendaraan di jalanan Jakarta. Bahkan ada yang tertabrak mobil dan videonya viral.

Hal itu membuat penyelenggaraan tahun lalu dibatalkan dan baru diselenggarakan tahun ini di luar Jakarta. Jalanan Jakarta memang tidak bersahabat kepada manusia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini