Gak Nyangka! Sintya Marisca Si Goyang Koplo Ini Ternyata Doyan Dangdutan

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Sintya Marisca kini tengah hangat diperbincang para sobat ambyar. Pasalnya, videonya yang tengah berjoged koplo di salah satu festival musik di Jakarta mendadak viral.

Gadis berusia 20 tahun ini terlihat enjoy menikmati lagu miliki Reza Artamevia berjudul ‘Berharap Tak Berpisah’ sambil bergoyang koplo khas sobat ambyar. Kelincahannya dalam bergoyang ternyata bukan tanpa alasan.

Sintya diketahui kerap mengikuti dangdutan saat sanak keluarganya ada yang menikah.

” Aku tuh kalo ada keluarga yang nikahan pasti ikut dangdutan,” ujarnya dalam wawancara bersama Mata Indonesia News/Minews.id, Selasa 5 November 2019.

Sintya pun mengaku kerap mendengarkan musik koplo bahkan saat sedang berkendara. Menurutnya, musik koplo adalah musik yang pasti disukai rakyat Indonesia.

”Semuanya tuh pasti suka lagu-lagu koplo, tapi pada gengsi aja,” ujarnya.

Usai videonya booming di sosial media, Sintya mengaku tak keberatan jika masyarakat jadi sering menegurnya ketika ia di jalan. Gadis yang juga bermain di serial FTV ini mengungkapkan tak menutup kemungkinan jika ia membuat video-video berjoged di lain hari.

”Mungkin bakal bikin lagi, tapi nggak melulu goyang koplo karena takutnya monoton. Bisa jadi goyang yang genre lain,” kata Sintya. (Annastasya Rizqa/RyV)

 

 

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini