Hits dan Legendaris, 5 Tembang Eyang Titiek Puspa Ini Cocok untuk Nostalgia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Siapa yang tidak mengenal Titiek Puspa. Artis senior Indonesia yang karya dan lagu-lagunya ini, masih dikenang sepanjang masa. Yak, tepat pada 1 November 2019 ini Eyang Titiek berulang tahun nih, yang ke-82 tahun. Wah, selamat ulang tahun Eyang.

Apa saja sih, lagu-lagu Eyang Titiek Puspa yang masih hits nih hingga sekarang. Kali ini minews.id akan merangkum 5 lagu-lagu hits Eyang Titiek Puspa. Yang pastinya akan membuat kamu mengingat masa kecil. Yuk simak!

1. Apanya Dong

Lagu ciptaan Titiek Puspa dengan lirik “apa apa apanya dong, apanya dong apanya dong, dang ding dong.” Pertama kalinya dipopulerkan oleh Euis Darliah pada tahun 1980-an. Kemudian pada tahun 1983, digarap film dengan judul “Apanya Dong”. Film yang disutradarai oleh Nya Abbas Akup, langsung dibintangi oleh Titiek Puspa sendiri. Nah, pasti kamu masih ingat dong dengan lagu ini.

2. Kupu Kupu Malam

Berkisah tentang sisi lain kehidupan perempuan malam. Titiek Puspa menciptakannya pada tahun 1977. Hingga kini lagu tersebut masih hits dan terngiang, meski usianya sudah memasuki empat dekade. Apalagi, setelah lagu tersebut dipopulerkan oleh band Peterpan pada tahun 2005.

3. Marilah Kemari

Hingga kini, lagu yang memiliki lirik gembira ini masih hits untuk didengarkan. Populer pada tahun 1980-an, lagu ciptaan Titiek Puspa ini sempat dinyanyikan beberapa musisi terkenal tanah air. Musisi tersebut diantaranya Chrisye, Iwan Fals, Ariel Peterpan, Rosa, Kahitna, dan lain-lain.

4. Gang Kelinci

Diciptakan pada tahun 1963 oleh Titiek Puspa. Lagu Gang Kelinci ini dinyanyikan oleh Lilis Suryani, bercerita tentang kehidupan Lilis yang tinggal di Gang Kelinci dengan aktivitas yang ruwet dan padat. Salah satu penggalan lirik yang menggambarkan kondisi Gang Kelinci adalah “Karena manusia bertambah banyak, Kasihan kelinci tedesak, sekarang rumahnya berjubel, oh… padat penghuninya.”

5. Dansa Yo Dansa

Dengan label Musica Studio’s, grup musik The Rollies merilis album Dansa Yok Dansa pada tahun 1977. Album kesembilan dari The Rollies ini, merupakan lagu ciptaan Titiek Puspa. Lagu ini bercerita tentang ajakan bersenang-senang, berdansa, dan menikmati hari-hari agar lebih bahagia. Yo Dansa! (Hastina/RyV)

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini