Di Cianjur Prabowo Gunakan Mobil Pendukung ISIS?

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Selain tepukan marah kepada pengawalnya, ada hal menarik lain dari peristiwa safari politik calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Cianjur 12 Maret 2019 yaitu Toyota Alphard yang dinaikinya.

Sepintas mobil itu sama dengan Alphard berwarna hitam lainnya. Tetapi nomor mobil B 2 64RIS atau terbaca B 2 GARIS menimbulkan banyak pertanyaan netizen.

Misalnya pemilik akun twitter @takviri yang menduga nomor itu mengacu kepada Ketua DPP GARIS, Chep Hernawan yang diduga sebagai mantan donatur ratusan WNI untuk bergabung dengan ISIS.

“Mobil yang dinaiki Prabowo tadi siang di Cianjur adalah milik Chep Hernawan, ketua DPP GARIS, mantan donatur ratusan WNI yang gabung ISIS,” begitu cuitan Takviri, Rabu 13 Maret 2019.

Kecurigaan itu juga dirasakan pemilik akun #SandiwaraUno @Aniessa_Andi. “Perhatikan Mobil yang dipakai Wowo yg bertuliskan GARIS. Plat nomor 64RIS Itu mobil Ketum G4RIS Cianjur,” ujar @Aniessa_Andi.

Dia juga mengingatkan Ormas Garis pernah disebut terkait dengan JAD. Anggota Garis pernah ditangkap karena kasus terorisme.

GARIS adalah kependekan dari Gerakan Reformis Islam. Gerakan itu berdiri 24 Juli 1998.

Ketua pertama DPP GARIS Chep Hernawan dikenal sebagai pengusaha dan sebagai tokoh Islam radikal dari Cianjur, Jawa Barat. Ia juga adalah pendiri GARIS yang memperjuangkan penegakan hukum Syariah di Indonesia.

Selain Chep, putranya Lucky Permana juga aktif di gerakan tersebut. Anggota GARIS tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia dan diperkirakan jumlahnya mencapai dua juta. Terbanyak berada di Jawa Barat dimana anggota GARIS sudah tercatat berada di semua kabupaten.

Pada Maret 2015, Chep mengaku kepada media sudah memberangkatkan 156 warga Indonesia ke Suriah untuk bergabung sebagai simpatisan ISIS.

Tetapi, Lucky mengaku tidak tahu menahu hal itu. Lucky mengatakan buat GARIS, ISIS sudah tidak ada sehingga tidak bisa dikatakan bahwa GARIS mendukung ISIS.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini