Minews.id, Kota Kupang – Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Bakuin,Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang yang belum memadai merupakan permasalahan serius yang hingga kini belum mendapatkan perhatian optimal. Terutama saat musim hujan tiba, kondisi tersebut berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dan aktivitas masyarakat. Jalan yang berlumpur, licin, serta jembatan yang rapuh tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menurut saya, masalah ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sudah masuk dalam kategori darurat. Masyarakat desa Bakuin sangat bergantung pada akses jalan untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ketika hujan turun, akses menjadi sulit bahkan terputus. Hal ini bisa berdampak pada keterlambatan distribusi hasil pertanian, anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, hingga warga yang membutuhkan pertolongan medis tidak bisa segera mendapatkan bantuan.
Lebih parah lagi, jembatan yang tidak kokoh dapat membahayakan nyawa. Dalam kondisi arus sungai yang deras saat musim hujan, jembatan yang rusak atau belum layak pakai bisa sewaktu-waktu roboh. Risiko ini tentu sangat besar dan tidak boleh dianggap sepele.
Saya berpendapat bahwa pemerintah daerah perlu segera mengambil tindakan nyata. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama, bukan hanya sekadar janji. Selain itu, diperlukan juga pengawasan dan perawatan berkala agar fasilitas yang sudah dibangun tetap layak digunakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, masyarakat juga dapat berperan aktif dengan melaporkan kondisi infrastruktur yang rusak dan menjaga fasilitas yang ada. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi masalah ini.
Kesimpulannya, akses jalan dan jembatan yang belum memadai di Desa Bakuin adalah persoalan yang harus segera ditangani. Jika dibiarkan, risiko yang ditimbulkan akan semakin besar, terutama saat musim hujan. Infrastruktur yang baik bukan hanya mendukung pembangunan, tetapi juga menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Erika Marlin Lelis (Mahasiswa Prodi Politik FISIP Undana)

