Mata Indonesia, Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo berhasil menekan angka kemiskinan tahun 2025 hingga 14,53 persen.
Walau mengalami penurunan cukup tajam, Kulon Progo masih menjadi daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi di DIY.
Sekretaris Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Cicilia Susy Setyo Cahyani, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan kembali pada 2026 di rentang 13,69 persen sampai 14,69 persen.
“Ada tiga strategi besar yang disiapkan untuk menurunkan angka kemiskinan di Kulon Progo pada 2026,” kata Cicilia Rabu 4 Februari 2026.
Tiga langkah utama tersebut tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kulon Progo 2026, yaitu:
Menurunkan beban pengeluaran masyarakat
Strategi ini dilakukan melalui program perlindungan sosial, bantuan sosial, serta jaminan sosial untuk kelompok rentan.
Meningkatkan pendapatan warga
Pemkab mendorong peningkatan pendapatan lewat pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas, dan inklusi keuangan.
Upaya ini juga diperkuat dengan pengembangan potensi daerah, pelatihan kerja, akses lapangan pekerjaan, akses modal dan asuransi, hingga akses informasi pasar.
Mengurangi kantong-kantong kemiskinan
Pengurangan wilayah dengan konsentrasi kemiskinan tinggi dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap sanitasi layak, rumah layak huni, penerangan, air minum, serta peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan.
Cicilia menegaskan, implementasi strategi tersebut melibatkan OPD terkait dengan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya lebih efektif. Setiap OPD akan bertindak sebagai penanggung jawab sesuai bidangnya.
Angka kemiskinan Kulon Progo menunjukkan tren turun dari tahun ke tahun. Pada 2024 tercatat sebesar 15,62 persen, lalu turun menjadi 14,53 persen pada 2025.
Capaian ini sesuai target pemerintah yang sebelumnya dipatok pada kisaran 14,12–15,12 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kulon Progo, Sudiyana, menyebut penurunan kemiskinan Kulon Progo pada 2025 menjadi yang tertinggi di DIY, dengan penurunan mencapai 1,09 persen.
Selain persentase, jumlah penduduk miskin juga berkurang. Pada 2025, jumlah warga miskin Kulon Progo tercatat 67,25 ribu jiwa, turun dari 71,48 ribu jiwa pada 2024.
