Sukses Digelar, Konser Gratis BTS di Busan Ditonton Lebih 49 Juta Penonton Secara Online

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Pada 15 Oktober 2022 waktu setempat, BTS menggelar konser secara gratis di Busan. Konser yang bertajuk ‘Yet to Come in Busan’ ini digelar untuk mempromosikan kota Busan sekaligus BTS menjadi ambassador Busan World Expo 2030.

Konsernya pun berlangsung sukses secara offline dan online. Siaran langsungnya tersedia melalui aplikasi komunitas penggemar, Weverse.

Melansir dari Star Today, jumlah siaran langsung online dari konser tersebut telah mencapai sekitar 49,07 juta penonton. Data ini berdasarkan menurut agensi BTS, Big Hit Music.

Saluran TV nasional Korea Selatan, JTBC, juga menayangkan konser tersebut secara langsung dan telah mencatat rating penonton sebesar 3,3 persen. Konser offlinenya bahkan telah dikunjungi oleh 50 ribu penonton di Stadion Utama Busan Asiad.

Sekitar 10 ribu penonton juga yang ikut menonton konsernya dengan ‘Live Play’ di tempat parkir luar Terminal Penumpang Internasional Pelabuhan Busan.

Selain menggelar konser, BTS juga menggelar pameran ‘2020 BTS Exhibition: Proof’ di Seoul pada 28 September 2022 dan di Busan pada 5 Oktober 2022. Sekitar hampir 20 ribu pengunjung datang ke pameran tersebut pada 15 Oktober 2022.

Ada dua pertiga dari pengunjung adalah orang asing.

“Jumlah tagar terkait konser BTS di Busan dan The City mencapai 9,3 juta pada 15 Oktober 2022. Dalam hal kata kunci yang terkait dengan Busan World Expo, lebih dari 200 ribu disebutkan. Ini sekitar 45 kali lipat dari jumlah yang disebutkan pada 2021,” kata Big Hit Music.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini