Ini Dia Poster Perdana untuk Drama Baru Song Joong Ki

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini JTBC membagikan poster perdana untuk drama baru Song Joong Ki, ‘The Chaebol’s Youngest Son’. Poster itu dirilis pada 12 Oktober 2022 waktu setempat.

Melansir dari Allkpop, drama baru ini akan meningkatkan antisipasi dengan poster teaser resmi mereka. Dalam poster itu, suasana tegang tetap ada meskipun individu-individu tersenyum dalam apa yang tampak layaknya potret keluarga.

Secara khusus, foto Yoon Hyun Woo (diperankan oleh Song Joong Ki) tampaknya telah dirobek dari foto terpisah dan direkatkan dengan paksa ke potret keluarga. Ini membangkitkan rasa ingin tahu tentang bencana apa yang akan dibawa oleh “orang asing yang akrab” ini ke dalam keluarga konglomerat.

Song Joong Ki memainkan peran Yoon Hyun Woo, sekretaris setia keluarga chaebol yang memiliki Soonyang Conglomerate.

Meskipun telah mendedikasikan lebih dari 10 tahun hidupnya untuk mereka. Yoon Hyun Woo kemudian dituduh melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan dan ditinggalkan oleh keluarga Konglomerat Soonyang.

Setelah terbunuh, entah bagaimana ia kembali sebagai putra bungsu mereka Jin Do Joon dan bersumpah untuk membalas dendam.

Sementara itu, ‘The Chaebol’s Youngest Son’ JTBC akan tayang perdana pada 18 November 2022. Berbeda dengan drama lain, drama ini akan disiarkan 3 hari dalam seminggu, yakni setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini