Ini Dia Aplikasi Termurah Bagi Wisatawan yang Ingin Berkeliling Australia Selatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SYDNEY – Biaya hidup yang semakin meningkat menjadi penyebab banyaknya informasi baru yang dapat membantu warga menghemat pengeluarannya.

RAA Go merupaka aplikasi baru yang dapat membantu menghemat uang penumpang. Aplikasi ini menyatukan semua pilihan transportasi negara bagian dari bus umum, kereta api dan trem, hingga e-skuter dan sepeda elektronik.

Ini menghitung biayam waktum dan jejak lingkungan dari pengguna beberapa moda transportasi di sepanjang perjalanan, dibandingkan dengan hanya menggunakan mobil.

Aplikasi ini juga memungkinkan komuter untuk memilih opsi mana yang paling sesuai.

Ini dapat menjadi pertimbangan yang populer karena saat ini banyak keluarga di Australia yang mulai mengencangkan dompet mereka.

Royal Automobile Association of South Australia meyakini bahwa anak di bawah 30 tahun memiliki keinginan terbesar untuk menggabungkan moda transportasi.

Namun penelitiannya juga menunjukkan minat yang lebih luas.

Banyak pihak mengharapkan aplikasi ini dapat menyediakan dan mempromosikan transportasi umum sebagai pilihan yang berarti.

Meskipun naik angkutan umum mungkin tampak seperti cara yang jelas untuk menghemat uang, angka terbaru menunjukkan penggunaan bus, trem, dan kereta api masih jauh dari tingkat sebelum pandemi.

Ini turun 28 persen pada tahun 2018, tetapi naik 11 persen dari tahun lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini