Viral! Aksi Selamatan Hasil Panen dengan Lempar-lemparan Makanan Menuai Pro dan Kontra

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan momen warga yang tengah mengadakan selamatan hasil panen.

Namun, selamatan hasil panen itu dilakukan dengan cara yang tidak seperti biasanya. Dalam selamatan itu, para warga justru saling melempar makanan kepada satu sama lain.

Video tersebut diunggah oleh akun @fakta.indo pada laman media sosial Instagram dan menjadi viral.

“Gelar selamatan, warga saling lempar makanan. Lokasi: Sidolaju, Ngawi, Jawa Timur.,” tulis keterangan unggahan.

Pada video tersebut, nampak sejumlah warga berkumpul di tanah lapang untuk mengikuti tradisi tersebut.

Terlihat pula sejumlah jenis bahan makanan yang berasal dari hasil panen desa tersebut dan dijadikan senjata untuk saling lempar antar warga.

Video aksi selamatan hasil panen itu pun sontak saja menarik perhatian netizen, dan menuai berbagai reaksi pro dan kontra.

“Abis ini jgn pernah blg indonesia krisis y.,” tulis netizen.

“Ini bukan selamatan nmanya, tapi tdk mensyukuri nikmat dan mubazir, emang sdm kita perlu diperbaiki nih,” sambung netizen

“Dan seperti ini Sedekah Bumi di desaku. Perlu diingat pula bahwasannya kita punya adat istiadat yang berbeda-beda dan wajib menghargai.,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini