Drama ‘Why Her?’ dan ‘Doctor Lawyer’ Saling Bersaing Rating

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Persaingan ketat untuk meraih peringkat terbaik untuk drama Korea terbaru yang kini sedang berlangsung. Posisi pertama itu berhasil diduduki oleh ‘Why Her?’ disusul dengan ‘Doctor Lawyer’.

Melansir dari Soompi, drama romantis misteri populer yang dibintangi oleh Seo Hyun Jin dan Hwang In Yeop ini melanjutkan rekor sempurnanya sebagai acara yang paling banyak ditonton dalam slot waktunya. Selain itu juga jadi drama Jumat – Sabtu malam yang paling banyak ditonton.

Menurut Nielsen Korea, untuk episode terbaru dari ‘Why Her?’ telah mencetak peringkat nasional dengan rata-rata 8,7 persen. Drama ini menempati posisi pertama dalam slot waktu di semua saluran.

‘Why Her?’ juga tetap menjadi yang nomor satu di antara demografi utama pemirsa berusia 20 hingga 49 tahun yang memperoleh peringkat rata-rata 3,2 persen. Bahkan langsung melesat berada diposisi pertama peringkat rating saat pemutaran episode perdananya.

Sedangkan ‘Doctor Lawyer’ tetap stabil meski menghadapi persaingan ketat dengan ‘Why Her?’. Sebab, keduanya tayang di slot waktu yang sama.

Drama ini mencetak peringkat nasionalnya dengan rata-rata 6,4 persen untuk siaran terbarunya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini