Demi Menghindari Penyakit Kanker, Kurangilah Makanan Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap tubuh manusia sebenarnya memiliki sel kanker di dalam tubuh yang tidak terdeteksi. Biasanya sel kanker muncul saat mereka berkembang biak sehingga berjumlah banyak. Sistem kekebalan tubuh berusaha menekan sel-sel kanker pada level rendah agar bisa tertoleransi dan tidak menimbulkan penyakit kanker.

Sel kanker tidak akan berkembang selama natural killer cell (sel NK) dan sel T dalam kekebalan tubuh dalam kondisi kuat dan memiliki jumlah yang banyak.

Kanker adalah penyakit berbahaya yang menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia, bahkan tidak ada obatnya. Salah satu penyebabnya karena beberapa makanan tertentu. Menjauhi makanan pemicu kanker jadi salah satu solusi untuk tidak membiarkan sel kanker tumbuh.

Menurut Cancer Research UK, pola makan sehat dan gisi seimbang dapat mengurangi risiko kanker dengan membantu seseorang menjaga berat badan sehat atau menurunkan berat badan.

Journal of the National Cancer Institute & Cancer Spectrum mengungkapkan, diet dapat memainkan peran penting dalam menentukan seseorang terkena kanker, serta dilihat dari gaya hidup dan seberapa sering ia olahraga dan konsumsi alkohol.

Ini beberapa makanan yang menjadi penyebab kanker

  1. Alkohol

Bagi sebagian orang, rasanya sulit untuk berhenti mengonsumsi alkohol. Tapi ingat. Alkohol adalah minuman yang bisa meningkatkan risiko kanker. Terutama kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus, hati, dan payudara. Mengonsumsi alkohol memang tidak langsung memberikan efek, melainkan akan terasa dalam jangka panjang.

  1. Daging olahan

Badan Internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogern golongan I (zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker).

Para ahli dari 10 negara juga menemukan bahwa mengonsumsi satu sosis (sekitar 50 gram) setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 18%. Selain itu, daging merah dan daging olahan juga mengandung lemak tinggi yang buruk bagi kesehatan jantung dan pencernaan.

Menurut Cancer Council, kita tidak boleh mengonsumsi lebih dari satu porsi (65-100 gram) daging merah tanpa lemak per minggu untuk mengurangi risiko kanker.

  1. Gula dan karbohidrat olahan

Makanan manis dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko kanker secara tidak langsung. Seperti, pasta putih, roti putih, nasi putih, sereal manis.

Mengonsumsi gula dan karbohidrat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi, diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan kanker rahim.

Asupan gula dan karbohidrat berlebih juga menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang dapat menjadi faktor risiko kanker kolorektal (kanker usus besar)

  1. Makanan kaleng

Meskipun makanan kaleng yang tersaji sehat, bahan kaleng tersebut bisa menjadi salah satu makanan pemicu kanker. Hal ini karena banyak lapisan kaleng dengan bisphenol, pengawet yang telah terbukti bersifat karsinogenik pada hewan.

Bisphenol adalah BPA (bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik dan resin tertentu), berhubungan dengan kanker payudara dan prostat, menurut jurnal Annals of the National Institute of Hygiene Polandia.

  1. Makanan dengan kadar garam tinggi

Menurut Victoria Manax, MD, kepala petugas medis di Pancreatic Cancer Action Network dan ahli onkologi, terlalu banyak mengonsumsi garam menyebabkan tekanan darah tinggi dan hal ini berhubungan dengan risiko kanker tertentu.

  1. Soda

Soda memiliki gula, bahan kimia, dan pewarna buatan di dalamnya yang terbukti bisa menjadi minuman pemicu kanker. Umumnya soda yang punya warna cokelat terbuat dari zat 4-methylimidazole (4-MI) yang dapat menyebabkan kanker.

Tidak hanya soda biasa, soda yang memiliki embel-embel diet juga bisa memicu kanker. Makanan dengan label “diet”, diproses secara kimia dan tidak menggunakan bahan alami, salah satunya pemanis buatan aspartam. Aspartam merupakan bahan makanan pemicu kanker, kelainan janin, dan gangguan jantung.

  1. Tepung putih

Mengapa tepung putih bisa menjadi makanan pemicu kanker ? karena di dalam tepung putih ini mengandung jumlah karbohidrat yang sangat banyak. Jurnal Cancer Epidemiology, menyebutkan mengonsumsi karbohidrat halus dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 220%.

Makanan yang tinggi glikemik akan meningkatkan level gula darah di tubuh, yang akan mempercepat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

  1. Keripik kentang

Siapa yang sanggup menolak keripik kentang? Selain rasanya enak, sulit untuk berhenti karena renyah dan gurih. Sayangnya, camilan gurih dan garing ini bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Keripik mengandung lemak trans dan natrium tinggi yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Ada juga zat acrylamide di dalam keripik sebagai karsinogen. Acrylamide juga ada di rokok.

Reporter : Alyaa

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini