Sidang Perdana Kasus Penkase, Randy Bantah Beberapa Tuduhan JPU

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Sidang perdana atas Randi Badjideh, terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak (Astrid Manafe – Lael Macabe digelar Rabu 11 Mei 2022 di Pengadilan Negeri Kupang 1A.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, dipimpin hakim Wari Juniati dengan anggota Y Tedy Windiartono, Reza Tyrama, AA Gede Oka Muhardika, dan Murtada Mberu.

Dalam sidang itu, ada beberapa hal selama ini belum diketahui publik akhirnya terkuak. Misalnya terdakwa Randy menyangkal beberapa hal yang dibacakan jaksa penuntut umum dalam dakwaan, karena tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

Poin yang dibantah oleh Randy adalah, tidak pernah memberikan keterangan dalam BAP bahwa ia tidak pernah memberikan tawaran untuk membunuh kedua korban.

Serta istrinya tidak pernah mengatakan hidupnya tidak akan tenang, dengan kalimat “Selama Astrid dan Lael masih hidup, saya tidak tenang dan tidak pernah mencekik Lael Macabe.

Ketua Tim Kuasa Hukum terdakwa Randy Badjideh, Yance Tobias Mesa pun mengamini hal itu.

“Karena dakwaan itu tidak sesuai dengan BAP, dan itu dijawab sendiri oleh terdakwa Randy di hadapan Hakim. Kalimat “Kalau begitu beta pi bunuh dong su ko?” Tadi disampaikan sendiri oleh terdakwa, bahwa dia tidak pernah menyampaikan dalam BAP,” katanya .

Usai pembacaan dakwaan, sidang dinyatakan ditunda dan akan digelar kembali pada Selasa 17 Mei 2022, dengan agenda pembacaan eksepsi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menguatkan Kedaulatan Digital Indonesia di Era Kecerdasan Buatan sebagai Pilar Kemandirian Bangsa

Oleh : Fadlan Ardiansyah )*Persaingan global saat ini semakin ditentukan oleh penguasaan data, kecerdasan buatan, sertainfrastruktur digital yang menopang seluruh aktivitas ekonomi dan sosial. Dalam kontekstersebut, kedaulatan digital menjadi isu strategis yang tidak lagi dapat dipisahkan dari agenda besar pembangunan nasional. Indonesia menghadapi momentum penting untuk memastikanbahwa transformasi digital tidak hanya menjadi proses adopsi teknologi, tetapi juga penguatan kemandirian bangsa di ruang siber.Pemerintah dinilai telah menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pilar utamapembangunan jangka panjang, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik berbasisteknologi. Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti menegaskan bahwa digitalisasi harusdipahami sebagai bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan bangsa, bukan sekadarmodernisasi layanan publik. Ia menilai kemampuan negara dalam mengelola data dan teknologi akan menentukan posisi Indonesia dalam tatanan global baru.Dalam pandangan tersebut, transformasi digital tidak lagi dapat dipersempit pada peningkatan akses internet atau penggunaan aplikasi semata. Lebih jauh, hal ini menyangkutkemampuan negara mengendalikan ekosistem data, algoritma, dan sistem komputasi yang menjadi tulang punggung ekonomi digital. Azis Subekti juga menilai bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa populasi digital yang masif dan potensi ekonomi yang terusberkembang, sehingga perlu dikelola dalam kerangka kedaulatan digital yang kuat.Perubahan lanskap global dari ekonomi berbasis industri menuju ekonomi berbasis data menuntut strategi nasional yang lebih komprehensif. Penguasaan infrastruktur digital sepertikabel bawah laut, pusat data, serta jaringan satelit menjadi faktor penentu daya saing. Dalamkonteks ini, penguatan fondasi digital nasional menjadi bagian dari agenda strategispemerintah untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapijuga aktor utama dalam ekosistem digital global.Pendekatan kedaulatan digital juga menekankan pentingnya tiga fondasi utama yang salingterhubung. Fondasi pertama adalah penguatan infrastruktur digital nasional, termasukkeamanan jaringan dan diversifikasi konektivitas internasional. Fondasi kedua mencakuppengembangan ekonomi digital berbasis inovasi, seperti kecerdasan buatan, komputasi awan, serta keamanan siber. Fondasi ketiga adalah penguatan kapasitas masyarakat melalui literasidigital dan ketahanan informasi.Dalam implementasinya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Festival Aman Digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini