Kebangetan! Pria Ini Nekat Pinjam BPKB Mobil Teman Buat Bayar Utang, Netizen Geleng-geleng

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada-ada saja tingkah laku warga +62. Beredar kisah seorang netizen yang blak-blakan butuh uang untuk bayar utang.

Sayangnya bukan pinjam uang, melainkan meminta surat-surat alias BPKB mobil milik temannya. Cerita itu diunggah akun Twitter, @areajulid.

“Maaf banget kalau gue lancang ngomongnya, gue mau minta tolong mau pinjem BPKB mobil lu, gue lagi kepepet banget buat bayar utang,” ucap si peminjam.

Lebih lanjut, ia mengaku sudah sering melakukan aksi ini. Karenanya, ia berharap temannya yang bernama Fajri itu bisa percaya dan meminjamkan surat penting kendaraannya.

“Insya Allah gue pembayaran selama ini selalu on time, udah dua kali soalnya. Insya Allah gue amanah jri,” ungkapnya.

Sontak, cerita pria itu pun viral di sosial media. Netizen pun geleng-geleng kepala mengetahui ada saja orang yang nekat meminjam surat penting milik kendaraan rekannya.

“Mangkak banget.”

“Gak sekalian sertifikat rumah ya.”

“Hahaha ya Allah, ga malu apa?”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini