Jubir Kremlin: AS Lebih Kejam Ketimbang Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Juru bicara Kremlin, Dmytro Peskov mengatakan bahwa angkatan bersenjata Rusia menggunakan senjata berpresisi tinggi selama operasi demiliterisasi dan denazifikasi di Ukraina. Sehingga hanya menargetkan sasaran militer.

Hal itu berbeda dengan Amerika Serikat (AS), katanya, yang menggunakan bom dashyat sehingga warga sipil turut menjadi korban. Pun dengan perang di beberapa negara di Timur Tengah dan Afghanistan yang menimbulkan banyak korban jiwa.

“Seluruh dunia tahu gaya kejam dari otoritas Amerika Serikat yang, untuk mencapai tujuan mereka, tidak peduli dengan kehidupan warga sipil. Semua orang ingat pemboman berbahaya di bekas Yugoslavia, serangan rudal di pusat Beograd,” kata Peskov, RIA Novosti melaporkan.

“Ada banyak korban yang tidak dapat dibenarkan di negara-negara Timur Tengah, kejahatan yang dilakukan selama 20 tahun di Afghanistan, ketika ratusan orang tewas dalam satu serangan terhadap pernikahan dan gedung apartemen,” tuturnya.

Peskov menambahkan bahwa kekejaman AS di setiap peperangan tidak dapat diterima dan membuat negara itu menelan malu. “Kekejaman ini tidak mencegah pelarian Amerika yang memalukan dari negara itu,” sambungnya.

Juru bicara Kremlin itu menambahkan bahwa angkatan bersenjata Rusia bekerja dengan senjata presisi tinggi modern, sehingga hanya mengenai fasilitas infrastruktur informasi militer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini