Harry Tanoe Tunjuk Atta Halilintar Jadi Anggota Exco Federasi Futsal Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kesibukan Atta Halilintar bertambah. Artis dan YouTuber itu dipercaya menjadi salah satu anggota komite eksekutif (exco) Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Penunjukkan Atta dilakukan langsung Ketua Umum FFI, Hary Tanoesoedibjo, Senin 14 Maret 2022. Berbeda dengan PSSI yang menunjuk anggota exco harus melalui kongres, FFI bisa langsung melakukan hal tersebut via ketua umumnya sesuai dengan statuta.

“Saya selaku Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), hari ini menyerahkan surat pengangkatan sebagai anggota Executive Committee FFI bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Bisnis Futsal kepada mas Atta Halilintar,” ujar Hary Tanoe.

Bos MNC itu punya alasan sendiri memilih Atta sebagai salah satu anggota exco FFI. Suami Aurel Hermansyah itu dinilai punya ketertarikan yang luar biasa dengan futsal. Bahkan, Atta punya klub futsal yang tampil di Liga Futsal Profesional 2022, Pendekar United.

“Karena begitu gemarnya dengan olahraga futsal, sewaktu kecil mas Atta pernah bercita-cita masuk di Timnas Futsal. Cita-cita FFI agar Futsal Indonesia bisa ikut serta di Piala Dunia, sehingga dapat membawa harum nama NKRI,” katanya.

Atta juga menyukai sepak bola. Kecintaannya dia wujudkan dengan mengakuisisi klub Liga 2 PSG Pati dan mengubah namanya menjadi AHHA PS Pati.

“Selamat mas Atta. Ayo kita majukan Futsal Indonesia menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkap Hary Tanoe.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini